BatamLayanan PublikZona Headline

Batam Kota Elit tapi Krisis Air, Warga: “Mau Wudhu Saja Susah, Pejabat Coba Gantian Mati Air!”

56
×

Batam Kota Elit tapi Krisis Air, Warga: “Mau Wudhu Saja Susah, Pejabat Coba Gantian Mati Air!”

Share this article
Truk tangki yang dijalankan PT Air Batam Hilir menyalurkan air bersih ke rumah warga yang mati air di Kelurahan Tanjung Sengkuang, Kecamatan Batu Ampar.
banner 468x60

Nur (Tanjung Sengkuang): “Sudah mau 3 bulan air mati total. Bayar tetap, hehehe…”

Syah F. : “Semenjak yang pegang bukan ATB nggak ada yang jelas masalah air… asik kerusakan terus.”

Warga juga mengeluhkan solusi air tangki yang tidak manusiawi karena airnya seringkali kotor, berwarna hijau, dan berbau amis.

Amsakar Achmad: Anggaran BP Batam Terbatas

BACA JUGA:  Prediksi Timnas Indonesia vs Oman FIFA Matchday 2026: Tanpa Jay Idzes, John Herdman Siapkan Kejutan Debut Mathew Baker

Menanggapi jeritan tersebut, Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, akhirnya angkat bicara pada Jumat (20/2/2026). Ia mengakui adanya 18 titik area kritis (stress area) yang distribusi airnya bermasalah besar.

Namun, ia mengungkapkan kendala mengejutkan terkait anggaran. “Belanja BP Batam hanya mampu menangani sembilan stress area terlebih dahulu tahun ini. Sembilan sisanya akan diupayakan tahun depan,” jelas Amsakar.

BACA JUGA:  Muak dengan 'Lip Service' Air Batam Hilir, Netizen: Tolong Orang Berpendidikan di Sana Berpikir!

Padahal, dalam rapat sebelumnya bersama PT Moya (induk ABH), sosok yang akrab disapa Pak Am ini sempat memberi instruksi keras agar pelayanan air tidak terganggu, terutama menjelang bulan suci Ramadan.

Janji “Bulan Puasa Tanpa Mati Air”

Bersama Wakil Kepala BP Batam, Li Claudia Chandra, Amsakar menegaskan komitmennya untuk tidak mengelak dari tanggung jawab. Ia menargetkan aliran air harus hidup setiap hari dan meminta PT Moya bekerja lebih ekstra.