Nur (Tanjung Sengkuang): “Sudah mau 3 bulan air mati total. Bayar tetap, hehehe…”
Syah F. : “Semenjak yang pegang bukan ATB nggak ada yang jelas masalah air… asik kerusakan terus.”
Warga juga mengeluhkan solusi air tangki yang tidak manusiawi karena airnya seringkali kotor, berwarna hijau, dan berbau amis.
Amsakar Achmad: Anggaran BP Batam Terbatas
Menanggapi jeritan tersebut, Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, akhirnya angkat bicara pada Jumat (20/2/2026). Ia mengakui adanya 18 titik area kritis (stress area) yang distribusi airnya bermasalah besar.
Namun, ia mengungkapkan kendala mengejutkan terkait anggaran. “Belanja BP Batam hanya mampu menangani sembilan stress area terlebih dahulu tahun ini. Sembilan sisanya akan diupayakan tahun depan,” jelas Amsakar.
Padahal, dalam rapat sebelumnya bersama PT Moya (induk ABH), sosok yang akrab disapa Pak Am ini sempat memberi instruksi keras agar pelayanan air tidak terganggu, terutama menjelang bulan suci Ramadan.
Janji “Bulan Puasa Tanpa Mati Air”
Bersama Wakil Kepala BP Batam, Li Claudia Chandra, Amsakar menegaskan komitmennya untuk tidak mengelak dari tanggung jawab. Ia menargetkan aliran air harus hidup setiap hari dan meminta PT Moya bekerja lebih ekstra.













