Menanggapi isu tersebut, Ketua Pengurus Wilayah Forum Taman Bacaan Masyarakat (Forum TBM) Kepulauan Riau, Harken, menyatakan bahwa setiap kebijakan besar harus disesuaikan dengan kondisi riil masyarakat.
“Keberhasilan sebuah kebijakan tidak hanya ditentukan oleh niat yang baik, tetapi juga oleh kesiapan sumber daya yang mendukungnya. Kita perlu melihat kesiapan sistem pendidikan dalam mengimplementasikannya,” ujar Harken.
Pemerintah dinilai memiliki pekerjaan rumah (PR) besar sebelum menerapkan kebijakan ini secara masif, di antaranya:
1. Ketersediaan Tenaga Pengajar: Menyiapkan guru bahasa Prancis yang tersertifikasi di seluruh pelosok negeri.
2. Standardisasi Kurikulum: Menyusun bahan ajar yang relevan untuk setiap tingkatan sekolah.
3. Pemerataan Infrastruktur: Memastikan sekolah di wilayah 3T (Terdepan, Terluar, Tertinggal) mendapatkan fasilitas yang setara.
Fondasi Literasi Dasar Masih Rapuh
Harken juga menyoroti ketimpangan akses pendidikan di wilayah kepulauan dan daerah pelosok. Menurutnya, Indonesia saat ini masih berjuang keras memperkuat budaya literasi dasar. Banyak anak di daerah terpencil yang bahkan belum memiliki akses terhadap buku bacaan berkualitas dan fasilitas perpustakaan yang layak.












