Profiling Lemah, Celah Terbuka
Menurut Karding, sistem autogate memang mempercepat proses, namun di sisi lain mengurangi interaksi petugas dengan penumpang. Hal ini menyulitkan proses profiling, yang seharusnya bisa menjadi benteng awal mencegah perdagangan orang (TPPO).
“Petugas perlu ditingkatkan kemampuannya dalam profiling. Jangan sampai karena terlalu mengandalkan teknologi, kita jadi buta terhadap potensi penyalahgunaan jalur resmi. Sistem bagus itu penting, tapi perilaku manusianya juga harus berintegritas,” tegasnya.
Karding juga menyampaikan keprihatinan terhadap potensi “main mata” antara oknum petugas dengan pihak-pihak tertentu. Ia menegaskan bahwa penguatan integritas SDM menjadi fokus utama kementeriannya ke depan.
Dalam kunjungan tersebut, Abdul Kadir menyatakan telah menjalin komunikasi dengan berbagai kementerian terkait dan pihak kepolisian guna memperkuat koordinasi dalam pemberantasan TPPO. Ia menekankan bahwa isu ini bukan hanya urusan teknis keimigrasian, tapi menyangkut kemanusiaan.
“Masalah ini bukan hanya tanggung jawab satu kementerian. TPPO adalah kejahatan kemanusiaan, dan kita harus bergerak bersama,” pungkasnya.













