“Kami merespons tingginya permintaan tiket pada periode puncak mudik dengan memastikan ketersediaan kursi melalui extra flight. Fokus kami adalah mencegah penumpukan penumpang di titik-titik tertentu pada jam sibuk,” ujar Annang.
Tak hanya menambah jadwal terbang, PT BIB juga memberikan insentif ekonomi bagi para maskapai dan penumpang. Sesuai amanat Kementerian Perhubungan, diberlakukan potongan tarif Jasa Kebandarudaraan sebesar 50%.
Potongan ini berlaku untuk tarif Pelayanan Jasa Penumpang (PJP2U) dan jasa pendaratan pesawat (PJP4U). Kebijakan diskon ini akan dilaksanakan mulai 14 hingga 19 Maret 2026, yang diharapkan dapat menjaga stabilitas harga tiket di tengah tingginya permintaan.
Guna memastikan kelancaran arus penumpang yang diprediksi membludak, Bandara Hang Nadim akan mengoperasikan Posko Terpadu Angkutan Lebaran mulai pertengahan Ramadan.
Posko ini berfungsi sebagai pusat kendali operasional dan koordinasi personel gabungan. “Tujuannya jelas, memastikan seluruh fasilitas berfungsi optimal dan personel siap siaga mengantisipasi lonjakan penumpang agar perjalanan tetap aman, nyaman, dan tertib,” tambah Annang.
Manajemen PT BIB mengimbau masyarakat yang berencana mudik ke Jakarta, Surabaya, maupun kota lainnya untuk:













