Namun, menurut sumber, tindak lanjut yang diberikan saat itu lebih banyak berupa bantuan uang saku sekitar Rp200 ribu hingga Rp300 ribu kepada masing-masing penghuni asrama.
Selain itu, terdapat janji untuk membantu menyelesaikan persoalan administrasi antara Asrama Singkep Bandung dengan Pemerintah Kota Bandung.
Akan tetapi hingga kini berbagai persoalan yang sama kembali muncul dan belum sepenuhnya terselesaikan.
Kondisi tersebut menimbulkan keprihatinan berbagai pihak. Sebab, Asrama Singkep Bandung selama ini menjadi rumah bagi generasi muda Kabupaten Lingga yang sedang menempuh pendidikan di tanah Pasundan.
Di tengah semangat daerah mencetak sumber daya manusia unggul, perhatian terhadap fasilitas pendidikan dan tempat tinggal mahasiswa dinilai harus menjadi prioritas.
Jangan sampai aset bersejarah yang telah berdiri lebih dari setengah abad itu justru terabaikan, sementara para mahasiswa yang menjadi harapan masa depan daerah harus berjuang sendiri menghadapi berbagai persoalan yang seharusnya menjadi tanggung jawab bersama.








