Opini

AI untuk UKM: Akal is Important

27
×

AI untuk UKM: Akal is Important

Share this article

Oleh: Sabri Rasyid, Associate Vice President (AVP) External Communication PT Telkom Indonesia Tbk

Sabri Rasyid.
banner 468x60

Bahkan bukan hanya soal narasi postingan—AI juga bisa membantu membaca tren pasar harian maupun tahunan. Selain narasi, AI juga sigap memberikan ide dalam bentuk visual, termasuk video dan musik.

Lantas, bagaimana cara menjinakkannya?

Tuhan memberikan kita akal—ini adalah kekuatan yang luar biasa. Kata guru saya (Om Budiman Hakim) , dalam berkarya selalu gunakan dua ruang: ruang ide atau imajinasi dan ruang editing.

BACA JUGA:  IPLM Kepulauan Riau: Antara Penurunan Angka, Perubahan Instrumen, dan Tantangan Adaptasi Kebijakan Literasi

Gunakan AI untuk membantu mencari inspirasi dan ide di ruang pertama. Kemudian, olahlah ide tersebut agar lebih bermakna di ruang kedua—ruang editing.

Nah, saat proses editing inilah jangan lupa gunakan kekuatan akal kita. Jadikan “Akal Imitasi” punya makna yang sesungguhnya. Akal manusia memiliki kemampuan membaca dan memahami konteks yang mendalam. AI tidak mengenal etika, namun akal kitalah yang menuntun agar hasilnya beretika. Itulah makna AI yang sebenarnya: Akal is Important.

Teknologi hanyalah alat. Yang menentukan nilai dan dampaknya adalah bagaimana kita—manusia dengan akal sehat—menggunakannya. UKM yang cerdas bukan yang sepenuhnya mengandalkan AI, melainkan yang bisa berkolaborasi dengan AI sambil tetap mempertahankan sentuhan manusiawi dalam bisnisnya.

BACA JUGA:  Skandal Emas Rp4 Miliar dan Ujian Keamanan di Beranda Depan NKRI

Akhirnya, saya meminta AI untuk memeriksa typo tulisan saya ini. Dan hasilnya seperti yang Anda baca saat ini