harris
Anambas

Terdampar 5 Hari Tanpa Navigasi, Nelayan Anambas Berhasil Diselamatkan di Perbatasan Malaysia

8
×

Terdampar 5 Hari Tanpa Navigasi, Nelayan Anambas Berhasil Diselamatkan di Perbatasan Malaysia

Share this article
Petugas SAR Natuna dan tim gabungan mengevakuasi Bachtiar nelayan Anambas yang hanyut ke perbatasan Malaysia di atas RIB 02 Natuna.
Petugas SAR Natuna dan tim gabungan mengevakuasi Bachtiar nelayan Anambas yang hanyut ke perbatasan Malaysia di atas RIB 02 Natuna.
banner 468x60

Gudangberita.co.id, Anambas — Operasi penyelamatan antarnegara berhasil memulangkan Bachtiar (61), nelayan asal Genting Pulur, Kabupaten Kepulauan Anambas, Kepulauan Riau, yang hanyut hingga ke perairan Malaysia.

Bachtiar yang sempat terombang-ambing selama lima hari di laut lepas akhirnya diserahterimakan secara resmi di garis perbatasan perairan Indonesia-Malaysia pada Sabtu (17/10).

Pemulangan ini merupakan hasil koordinasi intensif antara Kantor Pencarian dan Pertolongan (SAR) Natuna dengan Maritime Rescue Sub-Centre (MRSC) Kuantan, Malaysia.

BACA JUGA:  Anak di Anambas Diperkosa Kakek 69 Tahun Hingga Hamil dan Melahirkan
Armada Rigid Inflatable Boat RIB 02 Natuna milik Kantor SAR Natuna saat operasi penjemputan nelayan Anambas di perbatasan Indonesia Malaysia.

Kedua pihak menyepakati titik temu (rendezvous) pada koordinat 02°54.411’N 104°51.233’E, atau sekitar 51 Nautical Mile (NM) dari Pelabuhan Letung, Kecamatan Jemaja, Kepulauan Anambas.

Proses penjemputan Bachtiar dilakukan tepat pada pukul 12.00 WIB. Pihak MRSC Kuantan mengerahkan kapal KM Sebatik dari Malaysia, sementara Kantor SAR Natuna menerjunkan armada Rigid Inflatable Boat (RIB) 02 Natuna dari Pelabuhan Letung.

BACA JUGA:  Modus Buang Sabu ke Parit Gagal, Sejoli di Anambas Ditangkap Polisi

Dalam operasi evakuasi ini, RIB 02 Natuna membawa gabungan personel dari TNI AL, Polri di Jemaja, Polairud Polres Kepulauan Anambas, Koramil, dan BPBD Anambas. Sementara itu, Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) dikerahkan khusus untuk membawa kapal pompong milik korban kembali ke Pulau Jemaja.