Batam

Protes Izin Videotron Raksasa di Simpang Irinco Batam, Pemilik Cafe Tuntut Evaluasi Pemko

0
×

Protes Izin Videotron Raksasa di Simpang Irinco Batam, Pemilik Cafe Tuntut Evaluasi Pemko

Share this article
Rencana pembangunan videotron berukuran 10 meter x 5 meter di kawasan strategis Simpang Irinco, Batam Centre, memicu kontroversi.
Rencana pembangunan videotron berukuran 10 meter x 5 meter di kawasan strategis Simpang Irinco, Batam Centre, memicu kontroversi.
banner 468x60

Gudangberita.co.id, Batam – Rencana pembangunan videotron berukuran 10 meter x 5 meter di kawasan strategis Simpang Irinco, Batam Centre, memicu kontroversi.

Pemilik Bel’s Haus Cafe resmi mengajukan keberatan keras dan mendesak Pemerintah Kota (Pemko) Batam untuk membatalkan serta memindahkan izin titik reklame yang dinilai merugikan pelaku usaha lokal dan membahayakan pengguna jalan.

BACA JUGA:  Batam Dikepung Masalah Klasik, Anggaran Rutin Rp131 Miliar Dialihkan untuk Air dan Jalan

Penolakan tersebut tertuju pada Persetujuan Titik Reklame Nomor 4/PTR/DPMPTSP-BTM/011/III/2026 tertanggal 30 Maret 2026 yang diterbitkan untuk pihak TDI.

Pemasangan struktur raksasa di depan tempat usaha tersebut dinilai mengancam keberlangsungan bisnis yang sudah beroperasi lebih awal.

Pemilik Bel’s Haus Cafe, Parlindungan Ronald Hasibuan, menegaskan bahwa ukuran videotron 10 x 5 meter, di luar konstruksi dan tiang penyangga akan mendominasi area frontage dan menutup akses visual secara masif.

BACA JUGA:  Perda Ketertiban Sosial Batam 'Tidur Nyenyak' Dua Dekade, Anggota Dewan: Terima Kasih Sudah Dibangunkan!

“Penempatan tepat di depan usaha kami berpotensi menutupi tampak muka, papan nama, identitas usaha, arah masuk, dan pengenalan lokasi oleh pelanggan,” ujar Ronald saat memberikan keterangan di Batam Centre, Rabu (12/8/2026).

Ronald menyayangkan ketiadaan sosialisasi atau pemberitahuan awal sebelum izin diterbitkan.

Ia meminta Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Pemko Batam tidak hanya berpatokan pada kelengkapan administrasi, tetapi juga melakukan survei verifikasi lapangan terkait jarak pandang dan dampak ekonomi terhadap usaha sekitar.