Gudangberita.co.id, Anambas – Di tengah deburan ombak Perairan Anambas, Sabtu (18/4/2026) sore itu seharusnya menjadi hari biasa bagi Andri untuk mencari nafkah. Namun, sekitar 14 mil dari Desa Nyamuk, matanya menangkap pemandangan yang tak lazim: sebuah bongkahan logam raksasa dengan bekas hangus terbakar, terombang-ambing di jalur padat nelayan.
Benda yang diduga kuat merupakan serpihan roket pendorong (booster) milik Tiongkok tersebut ditemukan Andri sekitar pukul 17.00 WIB.
Melihat benda asing yang begitu besar, sempat terlintas di benak Andri untuk menariknya ke daratan. Namun, niat itu urung dilakukan ketika ia menyadari perbandingan ukuran objek tersebut dengan kapalnya.
“Satu serpihan saja ukurannya lebih besar dari pompong (perahu kayu) kami. Saye nak tarik bawa ke naik, tapi bahaya juga karena ukurannya lebih besar,” kenang Andri, nelayan Anambas asal Sedanau Natuna tersebut, saat dihubungi Gudangberita, Selasa (21/4/2026).
Ketakutan Andri bukan tanpa alasan. Benda logam sebesar itu tak hanya mengancam stabilitas kapalnya jika dipaksakan ditarik, tetapi juga menjadi “ranjau” mematikan bagi nelayan lain yang melintas, terutama saat malam hari ketika jarak pandang terbatas.
Ia meyakini benda itu sudah tak berada di posisi saat ditemukan. Namun diperkirakan bergerak ke Timur Kiabu (Desa yang terletak di Kecamatan Siantan Selatan, Kabupaten Kepulauan Anambas, Provinsi Kepulauan Riau).






