Gudangberita.co.id, Batam – Harapan perdamaian dunia kembali diuji. Meski Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, telah mengumumkan gencatan senjata pada Selasa (7/4/2026), militer Israel justru terus melancarkan serangan udara dan artileri ke wilayah Lebanon.
Kontradiksi besar terjadi antara mediator dan pelaku perang. Perdana Menteri Pakistan, Shehbaz Sharif, sebelumnya menyatakan bahwa gencatan senjata tersebut mencakup seluruh wilayah konflik, termasuk Lebanon. Namun, kantor Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, dengan tegas membantah klaim tersebut.
Lebanon Membara di Tengah Kesepakatan
Laporan dari lapangan menunjukkan situasi yang masih mencekam. Kota Machgharah di Lembah Bekaa dan kota pelabuhan Tyre tetap menjadi sasaran serangan udara Israel tak lama setelah pengumuman Trump.
“Kami melihat penembakan artileri di kota Khiam, yang menjadi lokasi pertempuran sengit antara Israel dan Hizbullah,” lapor koresponden Al Jazeera di Beirut.
Isu Gencatan Senjata: Perbedaan Versi Pakistan dan Israel
Pakistan, yang menjadi saluran komunikasi utama antara Teheran dan Washington, mengumumkan kesepakatan dua minggu yang seharusnya menghentikan permusuhan “di mana pun”.
“Republik Islam Iran dan Amerika Serikat telah menyetujui gencatan senjata segera di mana pun, termasuk Lebanon,” tulis PM Sharif melalui akun X resminya.













