Gudangberita.co.id – Eskalasi konflik di Timur Tengah memasuki babak baru. Pemerintah Iran resmi mengajukan proposal balasan berisi 10 poin krusial kepada Amerika Serikat (AS) dan Israel melalui mediator Pakistan.
Dalam dokumen tersebut, Teheran menegaskan hanya akan menghentikan perang jika ada jaminan absolut bahwa kedaulatan mereka tidak akan diserang kembali.
Laporan kantor berita IRNA, Selasa (7/4/2026), menyebutkan bahwa proposal ini merupakan respons atas tawaran gencatan senjata dua tahap yang sebelumnya dibahas bersama mediator regional. Namun, Iran memilih jalur “garis keras” dengan menuntut penghentian konflik secara permanen, bukan sekadar jeda kemanusiaan sementara.
Salah satu poin paling mengejutkan dalam proposal tersebut adalah tawaran Iran untuk mencabut blokade dan membuka kembali Selat Hormuz, jalur urat nadi minyak dunia. Sebagai imbalannya, Iran menuntut:
Pencabutan penuh seluruh sanksi Amerika Serikat dan internasional.
Biaya transit sebesar US$2 juta (sekitar Rp31 miliar) per kapal yang melintasi Selat Hormuz, yang nantinya akan dibagi hasilnya dengan Oman.
Rekonstruksi infrastruktur Iran yang hancur akibat serangan AS dan Israel.
10 Poin Proposal Damai Iran (April 2026)













