Skip to content
Gudangberita.co.id
  • WhatsApp Channel
  • Batam
  • BP Batam
  • Pemko Batam
  • DPRD Batam
  • Video
  • Batam
  • PWI Kepri
  • Natuna
  • Kepri
    • Bintan
    • Tanjungpinang
    • Karimun
    • Lingga
    • Anambas
  • Luar Negeri
  • Nusantara
  • Singapura
  • Batam Punya Cerita
News Update
Plh Wali Kota Batam Li Claudia: Jangan Jadikan Pancasila Cuma Hafalan, Kebijakan Publik Harus Adil Plh Wali Kota Batam Li Claudia: Jangan Jadikan Pancasila Cuma Hafalan, Kebijakan Publik Harus Adil
Pro-Kontra Instruksi Presiden Prabowo Soal Bahasa Prancis di Sekolah: Gagasan Global vs Realita Literasi Pro-Kontra Instruksi Presiden Prabowo Soal Bahasa Prancis di Sekolah: Gagasan Global vs Realita Literasi
Nelayan Natuna Diusir Kapal Trawl Asing di Laut Sendiri, Pemerintah Didesak Beri Jaminan Keamanan Nelayan Natuna Diusir Kapal Trawl Asing di Laut Sendiri, Pemerintah Didesak Beri Jaminan Keamanan
8 Motor Diamankan, Tim Gabungan Sisir Jalur Rawan Temiang hingga Batu Aji 8 Motor Diamankan, Tim Gabungan Sisir Jalur Rawan Temiang hingga Batu Aji
Siapa Ayu Aulia? Intip Profil Mantan Model Dewasa yang Kini Terang-terangan Sebut Bupati Bintan: Roby Kurniawan Kamu Jahat! Siapa Ayu Aulia? Intip Profil Mantan Model Dewasa yang Kini Terang-terangan Sebut Bupati Bintan: Roby Kurniawan Kamu Jahat!

Perang Timur Tengah

Iran Sodorkan 10 Poin Syarat Damai ke AS-Israel: Siap Buka Selat Hormuz, Tapi Minta Upeti Transit!
Hot News

Iran Sodorkan 10 Poin Syarat Damai ke AS-Israel: Siap Buka Selat Hormuz, Tapi Minta Upeti Transit!

07/04/202607/04/2026
Redaksi

No More Posts Available.

No more pages to load.

Terpopuler

  • 1
    Heboh! Sempat Bersihkan Nama Bupati Bintan, Ayu Aulia Kembali Teriak: Roby Kurniawan Kamu Jahat!
    30/05/202630/05/2026 671
  • 2
    Siapa Ayu Aulia? Intip Profil Mantan Model Dewasa yang Kini Terang-terangan Sebut Bupati Bintan: Roby Kurniawan Kamu Jahat!
    30/05/202630/05/2026 501
  • 3
    Nelayan Natuna Diusir Kapal Trawl Asing di Laut Sendiri, Pemerintah Didesak Beri Jaminan Keamanan
    31/05/202631/05/2026 369
  • 4
    Pohon Tumbang di Bandarsyah Natuna Timpa Dua Pelajar, Bhabinkamtibmas dan Warga Gerak Cepat Evakuasi
    29/05/202629/05/2026 217
  • 5
    Bertahun-tahun Tak Sentuh Daging Kurban, Warga Desa Pengadah Natuna Akhirnya Tersenyum Berkat KPDN
    27/05/202627/05/2026 110
  • 6
    Tambang Pasir Ilegal Kucing-Kucingan di Nongsa, Ombudsman Kepri Desak Pemko Batam Gandeng Aparat
    27/05/202627/05/2026 100
Layanan Publik PLN Batam

gudangberita.co.id

Follow us on instagram

Sorotan tajam mewarnai Peringatan Hari Lahir Panca Sorotan tajam mewarnai Peringatan Hari Lahir Pancasila 2026 di Kota Batam ketika Pelaksana Harian (Plh) Wali Kota Batam, Li Claudia Chandra, mengingatkan jajarannya agar tidak terjebak dalam seremonial tahunan dan hafalan teks semata. Di hadapan jajaran aparatur sipil negara (ASN) dan Forkopimda di Dataran Engku Putri, Li Claudia menegaskan bahwa ujian sejati pengamalan Pancasila terletak pada lahirnya kebijakan publik yang adil dan berpihak pada masyarakat luas, bukan sekadar menjadi retorika di mimbar upacara.

Sentilan ini menjadi krusial bagi Batam yang tengah gencar memacu pertumbuhan ekonomi dan investasi. Li Claudia mengingatkan bahwa pesatnya pembangunan fisik tidak boleh mengorbankan nilai kemanusiaan dan keadilan sosial. Di tengah tantangan disrupsi teknologi dan dinamika global, Pancasila dituntut menjadi jangkar moral yang nyata dalam setiap regulasi daerah, sehingga pembangunan yang berjalan tidak justru menciptakan ketimpangan sosial.

Melalui momentum ini, Pemerintah Kota Batam dan generasi muda ditantang untuk menjadikan Pancasila sebagai ideologi yang hidup (living ideology) dalam keseharian. Pesan menohok ini menjadi pengingat keras bagi para pembuat kebijakan di Batam bahwa tolok ukur keberhasilan pembumian dasar negara adalah ketika keadilan sosial benar-benar dirasakan oleh seluruh lapisan masyarakat, terutama rakyat kecil.

#batam #batamhits_ #batamhits #batamisland
Perairan Natuna Utara kini berada dalam kondisi da Perairan Natuna Utara kini berada dalam kondisi darurat pengawasan. Sejak 25 Mei lalu, sedikitnya enam kapal pukat harimau (trawl) diduga asal Vietnam dengan bebas menguasai wilayah tangkap Indonesia tanpa ada tindakan tegas dari aparat penegak hukum. Kapal-kapal asing ini beroperasi secara brutal siang dan malam, memaksa para nelayan tradisional lokal untuk mundur dan mengungsi dari laut mereka sendiri demi menyelamatkan nyawa dari ancaman tabrakan fatal.

Keberanian kapal-kapal asing menjarah secara terang-terangan memicu pertanyaan besar: ada apa dengan sistem pengawasan laut Indonesia? Ketua Lembaga Pengelola Sumber Daya Pesisir (LPSDP) Natuna, Cherman, bahkan melontarkan kecurigaan bahwa kapal-kapal sebrutal itu tidak mungkin senekat itu jika status mereka sepenuhnya ilegal. Lemahnya patroli di wilayah perbatasan ini tidak hanya mencoreng kedaulatan negara, tetapi juga memberikan ruang bebas bagi pihak asing untuk merampok kekayaan laut Indonesia di depan mata.

Jika pembiaran ini terus berlanjut, dampaknya akan sangat mematikan bagi masa depan Natuna. Penggunaan pukat harimau oleh kapal asing setiap hari dipastikan bakal menghancurkan ekosistem dan menguras habis "lumbung ikan" yang selama ini dijaga kelestariannya oleh nelayan lokal. Pemerintah pusat tidak boleh lagi menutup mata; jaminan keamanan dan pengetatan patroli harus segera dilakukan sebelum nelayan Natuna kehilangan mata pencaharian atau justru dikriminalisasi di negara jiran karena terpaksa mencari ikan di luar wilayahnya sendiri.

#lautnatuna #natuna #natunakepri #ranai #illegalfishing
Sebuah kalimat bijak tak melulu lahir dari ruang s Sebuah kalimat bijak tak melulu lahir dari ruang seminar atau buku motivasi berharga mahal. Kadang, ia justru hadir dari jalanan, terpampang nyata di bagian belakang truk tangki air yang sedang berjuang menembus aspal kota. "Tak perlu iri, masing-masing punya porsi. Tetap bersyukur, meski sedikit yang penting lancar." Kalimat quotes yang sarat akan makna mendalam ini mendadak mencuri perhatian saat sang truk melintas di kawasan Bengkong Harapan, tepatnya di persimpangan yang kini tengah diusulkan oleh Lembaga Adat Melayu (LAM) Batam untuk berganti nama dari Simpang Pantek menjadi Simpang Junjung Budaya demi menjaga kesantunan dan nilai luhur lokal.

Ironisnya, tulisan bernada sabar dan bersyukur di bokong truk tersebut seolah menjadi satire yang begitu pas dengan realita yang sedang dihadapi warga Batam hari ini. Kehadiran truk-truk tangki air di sudut kota kini bukan lagi pemandangan asing, melainkan penyelamat yang paling dinanti. Pasalnya, urusan air bersih kini sedang menjadi barang mewah bagi sebagian masyarakat, menyusul banyaknya keluhan terkait layanan air bersih dari PT Air Batam Hilir yang kerap mampet dan enggan mengalir ke keran-keran rumah warga.

Pada akhirnya, truk tangki itu tidak hanya membawa ribuan liter air murni untuk menyambung napas harian warga, tetapi juga membawa "air segaran" bagi jiwa yang mulai jengah dengan keadaan. Kalimat di bak belakangnya seolah mengingatkan siapa saja yang membaca, termasuk warga yang sedang mengantre air, bahwa di tengah krisis yang menguji kesabaran ini, mengeluh berlebihan tak akan mengubah keadaan. Selayaknya aliran air dari tangki tersebut, hidup memang harus tetap berjalan, sedikit demi sedikit, yang penting tetap lancar.

#batam #batamhits #batamhits_ #batamisland
Perairan Natuna Utara kini berada dalam kondisi da Perairan Natuna Utara kini berada dalam kondisi darurat pengawasan. Sejak 25 Mei lalu, sedikitnya enam kapal pukat harimau (trawl) diduga asal Vietnam dengan bebas menguasai wilayah tangkap Indonesia tanpa ada tindakan tegas dari aparat penegak hukum. Kapal-kapal asing ini beroperasi secara brutal siang dan malam, memaksa para nelayan tradisional lokal untuk mundur dan mengungsi dari laut mereka sendiri demi menyelamatkan nyawa dari ancaman tabrakan fatal.

Keberanian kapal-kapal asing menjarah secara terang-terangan memicu pertanyaan besar: ada apa dengan sistem pengawasan laut Indonesia? Ketua Lembaga Pengelola Sumber Daya Pesisir (LPSDP) Natuna, Cherman, bahkan melontarkan kecurigaan bahwa kapal-kapal sebrutal itu tidak mungkin senekat itu jika status mereka sepenuhnya ilegal. Lemahnya patroli di wilayah perbatasan ini tidak hanya mencoreng kedaulatan negara, tetapi juga memberikan ruang bebas bagi pihak asing untuk merampok kekayaan laut Indonesia di depan mata.

Jika pembiaran ini terus berlanjut, dampaknya akan sangat mematikan bagi masa depan Natuna. Penggunaan pukat harimau oleh kapal asing setiap hari dipastikan bakal menghancurkan ekosistem dan menguras habis "lumbung ikan" yang selama ini dijaga kelestariannya oleh nelayan lokal. Pemerintah pusat tidak boleh lagi menutup mata; jaminan keamanan dan pengetatan patroli harus segera dilakukan sebelum nelayan Natuna kehilangan mata pencaharian atau justru dikriminalisasi di negara jiran karena terpaksa mencari ikan di luar wilayahnya sendiri.

#natuna #lautnatunautara #ilegalfishing
Follow on Instagram

redaksi@gudangberita.co.id

Halaman

  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
  • About us
  • Disclaimer
  • Redaksi
  • Kategori
Gudangberita.co.id @2025
Gudangberita.co.id
  • Menu
    • Zona Headline
    • Batam Punya Cerita
    • Ape Kesah
    • Story Kepri
    • Polling
  • Kategori
    • Video
    • Natuna
    • Batam
    • Luar Negeri
    • Kepri
    • Nasional
    • Nusantara
    • Sepakbola
    • Politik
    • Indeks
  • Laman
    • Redaksi
    • About us
    • Kode Etik
    • Pedoman Media Siber
    • Disclaimer