Gudangberita.co.id, Natuna – Kehidupan ekonomi masyarakat Kabupaten Natuna tengah bergerak dalam dinamika yang menarik. Di satu sisi, angka pengangguran terbuka menurun, tingkat kemiskinan berangsur menyusut, dan upah minimum resmi mengalami kenaikan signifikan. Namun di sisi lain, biaya hidup terus naik, struktur pekerjaan masih didominasi sektor jasa dan informal, serta daya beli masyarakat tetap menghadapi tantangan khas wilayah perbatasan.
Data Badan Pusat Statistik (BPS) Natuna yang dirilis sepanjang 2024 hingga kebijakan Upah Minimum Kabupaten (UMK) 2026 memberi gambaran utuh tentang bagaimana angka-angka tersebut berkelindan dengan realitas sehari-hari warga.
Pengangguran Turun, Tapi Lapangan Kerja Masih Rapuh
Pada Agustus 2024, Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) Natuna tercatat sebesar 3,89 persen. Angka ini turun 0,16 persen poin dibandingkan Agustus 2022. Secara statistik, ini menunjukkan perbaikan pasar kerja. Dari total 45.634 angkatan kerja, sebanyak 43.861 orang tercatat bekerja.
Namun, kualitas pekerjaan menjadi catatan penting. Sektor jasa menyerap tenaga kerja terbesar, mencapai 27.115 orang. Sebaliknya, sektor manufaktur—yang umumnya menawarkan pekerjaan lebih stabil dan bernilai tambah tinggi—hanya menyerap sekitar 7.270 pekerja.








