Dominasi sektor jasa ini mencerminkan struktur ekonomi Natuna yang masih bertumpu pada perdagangan, jasa publik, transportasi, serta aktivitas turunan dari sektor pemerintahan dan perikanan. Artinya, stabilitas pekerjaan sangat sensitif terhadap belanja pemerintah, musim, dan kondisi eksternal.
Informal Menyusut, Sinyal Positif Perlahan Muncul
Salah satu perkembangan penting adalah turunnya jumlah pekerja di sektor informal. Pada Agustus 2024, penduduk yang bekerja di sektor informal tercatat 18.322 orang atau 41,77 persen dari total pekerja. Angka ini turun cukup tajam, yakni 9,08 persen poin dibandingkan Agustus 2023.
Penurunan ini bisa dibaca sebagai sinyal mulai bertambahnya pekerjaan formal, meski belum sepenuhnya stabil. Bagi masyarakat, pergeseran ini berarti peluang mendapatkan penghasilan yang lebih pasti, akses jaminan sosial, dan perlindungan ketenagakerjaan—sesuatu yang selama ini menjadi kelemahan utama ekonomi rumah tangga di daerah perbatasan.
Kemiskinan Menurun, Tapi Garis Hidup Naik
BPS Natuna mencatat persentase penduduk miskin pada 2024 sebesar 5,04 persen, turun 0,21 persen dibandingkan 2023. Secara absolut, jumlah penduduk miskin berada di angka 4,17 ribu orang.
Namun, di balik penurunan tersebut, terdapat fakta penting lain: garis kemiskinan justru naik. Pada 2024, garis kemiskinan Natuna mencapai Rp501.927 per kapita per bulan, naik dari Rp480.103 pada 2023.








