Gudangberita.co.id, Batam – Hujan turun pelan sore itu, seolah langit ikut berduka. Di halaman Dinas Cipta Karya dan Tata Ruang (CKTR) Kota Batam, waktu seperti melambat.
Semua mata tertuju pada dua sosok yang memerankan kembali kisah tragis yang mengguncang Kota Batam: pembunuhan Hafiz Rinanda (29), tenaga honorer yang meregang nyawa di tangan rekannya sendiri, Faras Kausar (26).
Sebanyak 38 adegan reka ulang dilaksanakan di bawah penjagaan ketat polisi dan disaksikan oleh para pegawai CKTR yang masih sulit mempercayai tragedi itu nyata. Di titik ke-29, suasana makin mencekam.
“Dalam adegan ke-29, pelaku datang menyampari korban lalu meminta maaf,” ungkap Kapolresta Barelang, Kombes Pol Zaenal Arifin didampingi Kapolsek Sekupang Kompol Benhur Gultom.
Adegan berikutnya membuat bulu kuduk berdiri. Dengan tangan kanan memegang kepala korban, tangan kiri Faras — yang di reka ulang — menghunus pisau ke leher korban. Tiga kali tebasan. Di teras rumah jaga. Tanpa ampun.
Sebelum aksi brutal itu, Faras diketahui pergi membeli pisau, alat yang akan mengakhiri hidup orang yang selama ini bekerja bersamanya. Pembunuhan ini bukan karena emosi sesaat, tapi tumpukan dendam yang mengendap lama.
“Pelaku menyebut korban ‘Bongo’, atau bodoh, dan mengaku menyimpan sakit hati bertahun-tahun,” ujar Zaenal.













