Motif itu menjadi jawaban yang mengendap pahit di tenggorokan banyak rekan korban. Tak ada yang menyangka perasaan iri dan dendam bisa tumbuh di balik senyum rekan kerja.
Pegawai CKTR yang menyaksikan reka ulang hanya bisa menatap nanar. Beberapa menahan air mata. Bukan hanya karena kehilangan, tapi karena tempat kerja yang selama ini dianggap aman telah menjadi lokasi tragedi yang begitu kejam.
Faras kini ditahan dan menanti proses hukum. Namun bagi keluarga HR dan para saksi mata, luka ini tak akan sembuh cepat. Reka ulang ini memang bagian dari prosedur penyidikan, tapi seakan juga pengulangan luka, dan saksi bisu betapa rapuhnya batas antara rekan kerja dan musuh dalam diam.
“Kita lakukan rekonstruksi secara terbuka dan lengkap agar publik tahu bahwa pelaku akan diproses tegas sesuai hukum,” tegas Zaenal.













