NatunaZona Headline

Menteri Bahlil Gandeng Bupati Cen Sui Lan, Pastikan Natuna Nikmati Hasil Migas

3145
×

Menteri Bahlil Gandeng Bupati Cen Sui Lan, Pastikan Natuna Nikmati Hasil Migas

Share this article
Bupati Natuna Cen Sui Lan bersama Menteri ESDM sekaligus Ketua Umum DPP Golkar Bahlil Lahadalia, didampingi petinggi Partai Golkar, yakni Sekjen DPP Golkar dan Ketua Fraksi Golkar DPR RI M. Sarmuji, Ketua Komisi XI DPR RI Muhammad Misbakhun, Pimpinan Komisi I DPR RI Dave Laksono, dan Anggota DPR RI Nurul Arifin, saat pertemuan di Kantor DPP Partai Golkar, Jakarta. (Foto: Ist)
banner 468x60

Gudangberita.co.id, Jakarta – Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) yang juga Ketua Umum DPP Partai Golkar, Bahlil Lahadalia, memerintahkan Bupati Natuna, Cen Sui Lan, untuk segera mengamankan dan menindaklanjuti implementasi Participating Interest (PI) di wilayah Natuna.

Instruksi tegas ini disampaikan saat pertemuan di Kantor DPP Partai Golkar, Jakarta, yang juga dihadiri oleh para petinggi Golkar seperti Sekjen DPP Golkar M. Sarmuji, Ketua Komisi XI DPR RI Muhammad Misbakhun, Pimpinan Komisi I DPR RI Dave Laksono, dan Anggota DPR RI Nurul Arifin.

BACA JUGA:  Penerima Bantuan Pangan di Natuna Melonjak 89%, Ribuan Keluarga Kini Lebih Terjamin

Usai menghadiri penandatanganan PI Northwest di Gedung Daerah Kepulauan Riau, Cen Sui Lan langsung bertolak ke Jakarta untuk menindaklanjuti arahan tersebut.

Dalam arahannya, Bahlil menegaskan pentingnya percepatan implementasi PI sesuai Peraturan Menteri ESDM No 1 Tahun 2025, agar masyarakat Natuna sebagai daerah penghasil minyak dan gas bumi benar-benar merasakan manfaat sumber daya alam mereka.

BACA JUGA:  Jenazah Tanpa Identitas Ditemukan Mengapung di Perairan Pulau Mudu Karimun, Tim SAR Gabungan Evakuasi ke RSUD

“Saya tugaskan Kepala SKK Migas untuk segera menindaklanjuti masalah PI dan bisnis ikutan lainnya demi kesejahteraan rakyat Natuna,” tegas Bahlil.

Dalam laporannya, Cen Sui Lan mengungkapkan kondisi keuangan Kabupaten Natuna yang mengalami defisit, meski berada di wilayah kaya minyak dan gas. Situasi ini dinilai sangat kontras dan perlu segera dibenahi dengan mempercepat implementasi PI untuk daerah.