Gudangberita.co.id, Batam – Di balik dalih “normalisasi sungai”, terkuak dugaan trik licik dalam pembangunan jalan inspeksi di kawasan Daerah Aliran Sungai (DAS) Baloi.
Aktivitas ini disinyalir hanya akal-akalan untuk membuka akses menuju tiga apartemen mewah yang tengah dibangun, dengan modus penimbunan sungai sebagai pintu masuk untuk proyek jalan.
Pegiat sosial media Batam, Yusril Koto, sebelumnya mengungkap bahwa jalan inspeksi yang dibangun bukan sekadar untuk kebutuhan alat berat, tapi bagian dari skenario besar.
“Dari jalan inspeksi ini bisa ditebak arahnya: kelak akan diusulkan proyek jalan permanen. Akses itu bukan untuk sungai, tapi untuk apartemen,” tegas Yusril.
Fakta di lapangan menunjukkan bahwa jalan beton telah dibangun di sebelah apartemen. Ruang terbuka hijau yang seharusnya menjadi area resapan air justru disulap menjadi tempat parkir.
Alat Berat Pemko Dipakai Timbun Sungai, Wakil Wali Kota Meradang
Wakil Wali Kota Batam, Li Claudia Chandra, geram saat mengetahui alat berat Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air (BMSDA) digunakan untuk meratakan tanah dan menimbun DAS.
“Kalau sungai jadi menyempit, itu bukan normalisasi! Itu PENYEMPITAN. Pakai backhoe siapa? Pemko?” hardiknya saat sidak.











