BatamZona Headline

Trik Jalan Inspeksi di DAS Baloi: Diduga Jadi Kedok Proyek Jalan Menuju Apartemen

981
×

Trik Jalan Inspeksi di DAS Baloi: Diduga Jadi Kedok Proyek Jalan Menuju Apartemen

Share this article
Baloi Apartemen. (Foto: Poskota)
banner 468x60

Operator alat berat mengakui bahwa jalan inspeksi memang dibuat agar alat berat bisa masuk ke area proyek.

Li Claudia Chandra mendengar pemaparan Lik Khai terkait penimbunan DAS Baloi. (Foto: ist)

“Sebelah sini ditimbun dikit supaya nampak rata. Kalau alat mau masuk, ya harus bikin jalan dulu,” ucap operator kepada Li Claudia.

Dalam sidak DPRD Batam, Wakil Ketua III DPRD Batam, Hendra Asman, menyebut bahwa menurut peta BP Batam, seharusnya ada sempadan sungai selebar 25 meter. Namun kenyataannya, lebar sungai menyusut drastis menjadi hanya 5 meter.

BACA JUGA:  Bupati Natuna ‘Bersih-bersih’ Data Bansos: Rp1 Miliar Terselamatkan, Desa Bandel Terancam Sanksi ADD

Diduga, proyek jalan inspeksi hanya awal dari grand design pelebaran akses menuju apartemen.

Jika jalan tersebut diusulkan sebagai “jalan umum”, maka proyek jalan permanen bisa disahkan, meski awalnya dibangun secara ilegal.

Nama anggota DPRD Kepri, Lik Khai, sempat mencuat dalam sidak sebagai pihak yang disebut memberi instruksi penimbunan.

Nasdem menurunkan tim advokasi dari DPP Partai NasDem untuk membela kadernya, Lik Khai terkait kasus penimbunan Daerah Aliran Sungai (DAS). (Foto: Gudangberita)

Namun melalui kuasa hukum DPP NasDem, Husni Thamrin, Lik Khai membantah terlibat dalam teknis lapangan.

BACA JUGA:  Solusi Pindahan Praktis! Maxim Batam Luncurkan 'Cargo Car', Bisa Angkut Barang Sekaligus Penumpang

“Itu aspirasi warga yang disampaikan melalui RT/RW hingga ke Dinas Bina Marga. Pak Lik Khai hanya mengawal proses sebagai anggota dewan,” tegas Husni.

Namun publik menyoroti posisi Lik Khai, yang istrinya menjabat sebagai Ketua RW di Baloi Permata, tepat di lokasi proyek.

Ditreskrimsus Polda Kepri masih menyelidiki kasus ini.