Gudangberita.co.id, Natuna – Arus keluar masuk orang dan barang dari Malaysia ke Natuna kini semakin mudah sejak dioperasikannya Pos Lintas Batas Negara (PLBN) di Pulau Serasan. Namun, sejak diresmikan pada Februari tahun lalu, pemanfaatannya belum optimal karena hanya melayani pas lintas batas bagi nelayan tradisional di Pulau Serasan.
Bupati Natuna, Cen Sui Lan, menegaskan bahwa pemerintah daerah mendukung penuh pemanfaatan PLBN Serasan agar bisa diakses lebih luas oleh seluruh masyarakat Natuna, tidak hanya untuk barter tradisional.
“Masih minimnya pemanfaatan PLBN ini akan dipelajari. Kita sudah menerima laporannya dari kepala PLBN Serasan. Seluruh masyarakat Natuna harus mendapatkan hak yang sama untuk memperoleh izin melakukan barter tradisional,” ujar Cen saat menghadiri silaturahmi di kediaman Ketua DPD Partai Golkar, Rabu (2/4/2025).
Seperti diketahui, di sekitar Pulau Serasan terdapat Kecamatan Midai dan Kecamatan Subi, yang mayoritas penduduknya adalah nelayan. Saat ini, hanya masyarakat di Pulau Serasan yang mendapatkan pelayanan pas lintas batas untuk menjual sumber daya alam seperti ikan dan hasil perkebunan ke Malaysia bagian barat.
Kepala PLBN Serasan, Wendriadi, menjelaskan bahwa pihaknya telah menyampaikan kepada pemerintah daerah mengenai potensi besar PLBN sebagai pintu masuk investasi dan penyumbang pendapatan daerah. Selain melayani pas lintas batas untuk barter tradisional, PLBN juga berpotensi menjadi jalur masuk wisatawan mancanegara.













