BatamPeristiwaZona Headline

Terungkap Jumlah Buaya Lepas Sebenarnya di Pulau Bulan, Marinir Turun Tangan Lakukan Penghitungan

2661
×

Terungkap Jumlah Buaya Lepas Sebenarnya di Pulau Bulan, Marinir Turun Tangan Lakukan Penghitungan

Share this article
Pasintel Yonmarhanlan IV Lettu Marinir Zulkifli Chaniago melaksanakan penghitungan sisa Buaya dalam penangkaran, Senin (27/1/2025). (Foto: ist)
banner 468x60

Gudangberita.co.id, Batam – Jebolnya tanggul di Penangkaran Buaya PT Perkasa Jagat Kurnia (PJK) di Pulau Bulan, Batam, menghebohkan warga setempat.

Sebanyak 66 ekor buaya dilaporkan lepas akibat curah hujan ekstrem yang mengguyur wilayah tersebut selama tiga hari berturut-turut. Hingga kini, empat ekor buaya masih berada di alam liar dan menjadi fokus pencarian tim terpadu.

BACA JUGA:  Siapa Bilang Lidah Tak Bertulang? Kasus Diana di Setajam Lingga Buktikan Fakta Medis yang Ngeri-ngeri Sedap

Perwira Seksi Intelijen (Pasi Intel) Batalyon Marinir Pertahanan Pangkalan (Yonmarhanlan) IV, Lettu Marinir Zulkifli Chaniago, memimpin penghitungan sisa buaya di dalam penangkaran, Senin (27/1/2025).

Dari total 105 ekor buaya, sebanyak 62 ekor telah berhasil ditemukan, sementara pencarian empat ekor lainnya terus dilakukan hingga batas waktu 31 Januari 2025.

Tim Terpadu Bergerak Cepat

BACA JUGA:  Kundur Barat & Belat Terbanyak, Hampir 1.000 PMI Asal Karimun Berstatus Non-Prosedural

Untuk meredakan keresahan warga, Lantamal IV bersama instansi terkait dan masyarakat setempat membentuk tim terpadu yang bertugas melacak dan menangkap buaya yang masih berkeliaran.

“Kami terus bekerja keras agar seluruh buaya yang lepas dapat ditemukan secepat mungkin, sehingga masyarakat dapat kembali merasa aman dan nyaman,” ujar Mayor Marinir Andi Arif Mangkubumi, Komandan Batalyon Marinir Pertahanan Pangkalan IV.

BACA JUGA:  Laut Natuna Utara Memanas? Pangkogabwilhan I Letjen Kunto Arief Cek Langsung Kesiapan Alutsista Armed dan Arhanud!

Tim terpadu fokus pada wilayah perairan dan area yang berpotensi menjadi habitat sementara bagi buaya. Para nelayan yang sempat khawatir untuk melaut kini diminta tetap waspada dan melapor jika melihat keberadaan buaya.