Gudangberita.co.id, Natuna – Musim kemarau membuat warga di Desa Kelanga, Kecamatan Bunguran Timur Laut, Kabupaten Natuna, Kepri kesulitan mendapat air bersih. Sumur warga mengering, sumber air pegunungan menyusut.
Biasanya, warga harus mengantre malam hari menampung sebanyak dua galon air. Atau saat air dengan mobil tangki disalurkan Perumda Natuna. Cuaca kemarau di Natuna berdampak. Pipa air bersih yang dipasang dirumah warga tak lagi mengalir.
Jaringan air bersih di desa ini dikelola secara swadaya oleh BUMDes. Tentu saja kualitas dan kuntitas layanannya terbatas. Perumda Natuna biasanya membantu dengan menyalurkan air dengan mobil tangki.
Bujang Rusli (48), Warga Kampung Taman Karya, Desa Kelanga mengaku, kondisi kekeringan cukup teruk dua bulan terakhir. Tak jarang dia harus membeli dua drum air bersih seharga Rp 50 ribu.
“Dua drum air itu cukup untuk satu minggu, memang harus hemat. Sehari kadang mandi, tapi kasihan emak-emak mau mencuci. Kemarin sempat airnya dikirim PDAM,” ujarnya, Kamis (11/4).
Air bersih di Desa Kelanga ternyata belum terjangkau layanan Perumda Natuna. Namun dikelola BUMDes secara swakelola. Setiap warga dipungut Rp 25 ribu per bulan.
Direktur Perumda Tirta Nusa Natuna Zaharuddin mengatakan, terdapat beberapa kecamatan terdampak kekeringan parah sejak dua bulan terakhir.













