NatunaStory KepriZona Headline

7 Fakta Datuk Kaya Wan Muhammad Benteng di Natuna yang Tak Banyak Orang Tahu

1146
×

7 Fakta Datuk Kaya Wan Muhammad Benteng di Natuna yang Tak Banyak Orang Tahu

Share this article
Jalan Datuk Kaya Wan Muhammad Benteng di Ranai, Kabupaten Natuna. (Foto: ist)
banner 468x60
  1. Menikah dengan istri bernama Wan Sawiyah

Datuk Kaya Wan Muhammad Benteng menikah dengan anak Datuk Kaya Wan Ahmad yang bernama Wan Sawiyah. Dari pernikahan ini mendapat beberapa orang anak, yaitu 1. Wan Selong, 2. Wan Khalid, 3. Wan Kecik, 4. Wan Muhd Rayid, 5. Wan Aminah, 6. Wan Sawal 7. Wan Anwar.

  1. Pemimpin yang punya Karisma

Pada tahun 1911, Gubernur Jendral Belanda melalui Residen Riau memakzulkan Sultan Riau-Lingga. Rentetan dari peristiwa itu maka wilayah datuk kaya pulau Bunguran dibagi menjadi kedatuan Bunguran Barat dan kedatuan Bunguran Timur.

BACA JUGA:  Perkuat Ketahanan Pangan, Cen Sui Lan Gandeng BULOG Bangun Infrastruktur Pasca Panen

Wan Muhammad Benteng menjadi Datuk Kaya Bunguran Timur dengan gelar Datuk Kaya Wan Muhammad Benteng dan memimpin wilayah Kedatuan Bunguran Timur dari Ranai. Menurut cerita masyarakat, Datuk Kaya Wan Muhammad Benteng memiliki karisma yang tinggi, sehingga mampu memimpin dengan baik. Setiap permasalahan di wilayahnya dapat diselesaikan. Kehidupan masyarakat sangat sejahtera.

  1. Pelestari seni budaya
BACA JUGA:  Kasus Mayat Wanita Tanpa Busana di Lingga Naik ke Penyidikan, Keberadaan Suami Masih Misteri

Wan Muhammad Benteng juga konon diceritakan sebagai pelestari seni dan budaya di Kabupaten Natuna.

Salah satu sanggar teater di Natuna, Langlang Buana misalnya dicetuskan oleh Wan Muhammad Benteng yang menjadi pemimpin di Bunguran kala itu di abad ke-19. Bahkan sanggar seni tersebut masih eksis hingga kini.

Kegiatan belajar bersama maestro Langlang Buana di Ranai, Natuna, 4-7 September 2017. (Foto: kebudayaan.kemdikbud.go.id)

Kelompok teater yang dipimpin oleh Datok Kaya Wan Muhammad Benteng secara spontan diberi nama Langlang Buana sesuai dengan nama tokoh sentral yang ada di dalam lakon sekaligus judul dari lakon itu sendiri.

BACA JUGA:  Luruskan Kabar Simpang Siur, Keluarga Konfirmasi Korban Kecelakaan Karimun Tidak Dalam Kondisi Mengandung

Hal itu diutarakan oleh staf Balai Pelestarian Nilai Budaya Kepri, Zulkifli Harto dikutip dari 1001indonesia.net.

Selanjutnya: Seni Teater yang fenomenal pada zamannya..