- Teater seni yang fenomenal pada zamannya
Sejak wafatnya Datok Kaya Wan Muhammad Benteng, kepemimpinan teater itu diteruskan kepada anaknya yang bernama Datok Kaya Wan Muhammad Rasyid, seorang guru Sekolah Rakyat.
Ketika itu, hanya ada satu sekolah di pulau Ranai. Lokasinya di Desa Tanjung, tak jauh Desa Kelanga, tempat Datok Kaya Wan Muhammad Rasyid mulai mengajak dan melatih masyarakat setempat untuk terlibat di dalam pementasan teater tradisi Langlang Buana.
Pada masa kepemimpinan Datok Kaya Wan Muhammad Rasyid, pertunjukan teater tradisi Langlang Buana sangat digemari oleh masyarakat Ranai. Sekitar tahun 1946, kelompok teater tradisi ini telah melakukan pertunjukan berkeliling kampung.
Saat itu, masyarakat sangat antusias menyaksikan pertunjukan Langlang Buana, meski mereka harus berjalan kaki untuk datang ke pertunjukan. Pertunjukannya yang berlangsung tujuh malam selalu dipadati penonton.
- Tampilkan seni hiburan di pulau-pulau
Teater tradisi ini digelar tidak hanya di Pulau Ranai, tetapi sampai ke pulau-pulau lainnya, seperti Pulau Tiga, Kelarik, Sedanau, Midai dan Serasan. Untuk sampai ke lokasi tujuan, para pemain menggunakan perahu kecil yang butuh waktu cukup lama.

Tak hanya itu. Mereka juga menggunakan dana sendiri untuk memenuhi kebutuhan pementasan dan akomodasi selama perjalanan. Setibanya di daerah tujuan, mereka melakukan pementasan secara sukarela tanpa memungut bayaran.
Setelah Datok Kaya Wan Muhammad Rasyid wafat, teater tradisi ini diteruskan para murid-muridnya secara turun temurun.













