harris
NatunaStory KepriZona Headline

7 Fakta Datuk Kaya Wan Muhammad Benteng di Natuna yang Tak Banyak Orang Tahu

1206
×

7 Fakta Datuk Kaya Wan Muhammad Benteng di Natuna yang Tak Banyak Orang Tahu

Share this article
Jalan Datuk Kaya Wan Muhammad Benteng di Ranai, Kabupaten Natuna. (Foto: ist)
banner 468x60
  1. Teater seni yang fenomenal pada zamannya

Sejak wafatnya Datok Kaya Wan Muhammad Benteng, kepemimpinan teater itu diteruskan kepada anaknya yang bernama Datok Kaya Wan Muhammad Rasyid, seorang guru Sekolah Rakyat.

Ketika itu, hanya ada satu sekolah di pulau Ranai. Lokasinya di Desa Tanjung, tak jauh Desa Kelanga, tempat Datok Kaya Wan Muhammad Rasyid mulai mengajak dan melatih masyarakat setempat untuk terlibat di dalam pementasan teater tradisi Langlang Buana.

BACA JUGA:  Jejak Kapal Misterius Terhenti di Anambas, 800 Kg Narkoba senilai Rp1,28 Triliun Gagal Beredar

Pada masa kepemimpinan Datok Kaya Wan Muhammad Rasyid, pertunjukan teater tradisi Langlang Buana sangat digemari oleh masyarakat Ranai. Sekitar tahun 1946, kelompok teater tradisi ini telah melakukan pertunjukan berkeliling kampung.

Saat itu, masyarakat sangat antusias menyaksikan pertunjukan Langlang Buana, meski mereka harus berjalan kaki untuk datang ke pertunjukan. Pertunjukannya yang berlangsung tujuh malam selalu dipadati penonton.

  1. Tampilkan seni hiburan di pulau-pulau
BACA JUGA:  Atasi Krisis Air Bersih Akibat Kemarau, Polres Anambas Pasok 20 Ton Air ke RSUD hingga Tempat Ibadah

Teater tradisi ini digelar tidak hanya di Pulau Ranai, tetapi sampai ke pulau-pulau lainnya, seperti Pulau Tiga, Kelarik, Sedanau, Midai dan Serasan. Untuk sampai ke lokasi tujuan, para pemain menggunakan perahu kecil yang butuh waktu cukup lama.

Penari topeng Darmawan, menunjukkan perlengkapan tari di rumahnya di Desa Tanjung, Bunguran Timur Laut, Kabupaten Natuna. Tari topeng yang dilestarikannya konon dilakukan turun temurun yang diwariskan sejak era Datuk Kaya Wan Muhammad Benteng. (Foto: Kompas/Pandu Wiyoga)

Tak hanya itu. Mereka juga menggunakan dana sendiri untuk memenuhi kebutuhan pementasan dan akomodasi selama perjalanan. Setibanya di daerah tujuan, mereka melakukan pementasan secara sukarela tanpa memungut bayaran.

BACA JUGA:  Meninggalkan Pola Lama, Ini Model Pembangunan Baru yang Bakal Diterapkan di Natuna

Setelah Datok Kaya Wan Muhammad Rasyid wafat, teater tradisi ini diteruskan para murid-muridnya secara turun temurun.