Kedua peristiwa ini menjadi tonggak penting yang menuntun pemimpin dan rakyat Melayu untuk terus menjaga, memelihara, dan membangun kawasan ini dengan pencapaian yang gemilang.
Kini, sejarah itu berulang. Seperti Sumpah Setia Sang Sapurba dan Melayu-Bugis, ikrar dan semangat yang sama kembali bergema di Pulau Penyengat.
Di hadapan masyarakat, keluarga, kerabat, serta pendukung dan simpatisan, Rudi-Rafiq, mengucapkan sumpah dan janji mereka.
Mereka berkomitmen untuk melestarikan budaya, memajukan daerah, menjaga persatuan, serta menciptakan keadilan dan kesejahteraan bagi masyarakat Melayu dan seluruh rakyat Kepri.
Janji mereka disambut dengan kesetiaan, harapan, dan dukungan dari masyarakat. Pemimpin dan rakyat harus selalu bersatu, sebagaimana mata hitam dan mata putih yang tidak terpisahkan.
Pemimpin yang bijaksana adalah contoh bagi rakyat, tempat bertanya dan mengadu, serta berperan dalam menegakkan janji dan menciptakan perdamaian.
Rakyat yang bijak tahu bagaimana memilih pemimpin yang tepat. Seperti ungkapan lama, “Hanya Jauhari yang Mengenal Manikam,” yang mampu membedakan yang berharga dan yang tidak.
Rudi-Rafiq Dinilai Sangat Meninggikan Budaya Melayu
Tokoh Raja Malik, keturunan raja-raja dari Pulau Penyengat, memberikan pandangannya tentang Pilkada Gubernur 2024.













