metro storyNatunaZona Headline

Dari “Pantai Stres” Menuju Pantai Rindu: Metamorfosis dan Sisi Kelam Pantai Piwang Natuna

19
×

Dari “Pantai Stres” Menuju Pantai Rindu: Metamorfosis dan Sisi Kelam Pantai Piwang Natuna

Share this article
Pemandangan landmark bola dunia di Pantai Piwang Natuna saat sore hari
Pemandangan landmark bola dunia di Pantai Piwang Natuna. (Foto: Dispar Natuna)
banner 468x60

Berenang di Pantai Piwang dinilai sangat berbahaya, terutama bagi anak-anak. Catatan kelam tersebut kembali terukir dalam sebuah tragedi memilukan pada Kamis, 14 Mei 2026. Insiden tragis menimpa enam orang anak yang sedang berenang di kawasan pantai dan mendadak terseret arus kuat.

Dalam peristiwa memilukan itu, tiga anak berhasil dievakuasi dan diselamatkan oleh warga sekitar, sementara satu anak ditemukan dalam kondisi lemas namun selamat. Sayang, dua anak lainnya ditemukan dalam kondisi meninggal dunia oleh Tim SAR Gabungan setelah terseret ke laut dalam.

BACA JUGA:  Batam Darurat Pencurian Fasilitas Umum: Kapolda Kepri Tindak Tegas Pelaku yang Rusak Citra Investasi

Kini, Kantor SAR Natuna dan pihak kepolisian setempat memperketat pengawasan dan mengeluarkan imbauan tegas. Orang tua diminta untuk tidak lengah dan melarang anak-anak mereka berenang di bibir pantai, seindah apa pun air laut Pantai Piwang memanggil.

Pantai Piwang telah menempuh perjalanan panjang. Dari sebuah proyek abrasi yang memicu “stres”, tempat bernostalgia bagi para perindu, hingga kini menjadi pengingat bagi warga Ranai bahwa laut yang indah tetaplah alam liar yang wajib dihormati kekuatannya.

BACA JUGA:  ASN Lingga Menjerit! Janji Wakil Bupati Cairkan THR Pekan Ketiga April Belum Terealisasi