Menurut dugaan H, saat itu pelaku tengah mengeksekusi korban. H mengatakan korban ditusuk di bagian dada dan mengenai jantungnya.
“Dia (korban) kelihatannya dihabisi dari belakang. Saya tanya polisi, ‘Pak itu lukanya di mana?’.”
“‘Di jantung’. Jadi bukan digorok, (tapi) ditusuk. Jadi awalnya ada suara di mobil, dieksekusinya di mobil,” ujarnya.
H mengatakan, dia melihat korban sempat diseret saat diturunkan dari mobil, hingga sepatu korban terlepas.
“Si korban diturunin di situ tuh, diseret. Dia kan setirnya sebelah kanan, makanya itu ada bekas hitam-hitam itu, tapi sudah saya siram,” ungkapnya.
Tak lama, H langsung mengambil tindakan, dengan cara menyalakan lampu halaman rumahnya.
Rupanya, hal tersebut membuat pelaku panik, dan langsung tancap gas dari TKP. “Saya nyalain lampu, rupanya dia kaget kan, kabur. Putar balik di depan,” ujar dia.
Setelah pelaku pergi, H akhirnya memberanikan diri untuk keluar rumah setelah pelaku meninggalkan TKP.
“Setelah itu saya beranikan diri keluar, walaupun saat itu pikiran saya, ah paling orang buang sampah.”
“Nggak ada pikiran kejahatan. Setelah itu begitu saya dekat, bersuara itu (korban), ‘eee’. Wah kaget saya. Mungkin tarikan napas terakhir kan,” ujar dia.













