Jarmin mengingatkan bahwa kelancaran arus mudik bukan hanya soal mobilitas orang, tetapi juga terkait erat dengan pengendalian inflasi di daerah kepulauan. Terganggunya arus kapal dapat memicu lonjakan harga barang kebutuhan pokok akibat distribusi yang terhambat.
Mendengar laporan dari perbatasan, Gubernur Kepulauan Riau, Ansar Ahmad, langsung mengambil langkah seribu. Menindaklanjuti koordinasi dengan pusat, Ansar menginstruksikan Dinas Perhubungan Provinsi Kepri untuk segera turun tangan.
“Segera bersinergi dengan Dinas Perhubungan Kabupaten Natuna. Petakan data riil pemudik tahun ini. Kita harus cari jalan keluar, apakah dengan penambahan frekuensi atau bantuan armada tambahan,” perintah Ansar tegas.
Upaya ini dilakukan untuk memastikan instruksi Mendagri Tito Karnavian mengenai stabilitas daerah selama Ramadan dan Idulfitri benar-benar terjaga hingga ke pelosok Natuna. Dengan koordinasi intensif ini, Pemerintah Provinsi Kepri dan Pemkab Natuna berharap arus mudik Lebaran 2026 tidak lagi diwarnai dengan drama penumpukan penumpang atau ludesnya tiket kapal jauh-hari.













