Apakah perlu kami gugat dulu ke Pengadilan dan melaporkan pidana untuk memperjuangkan hak2 seorang ibu dan anak yang kamu terlantarkan.
Ini bukan politik, apabila kamu berjanji harus ditepati, karena menyangkut masalah masa depan hidup orang.
Kalau mau jadi pemimpin dan pejabat setidaknya anda berani bertanggung jawab dan menghadapi masalah bukan menghindar.
Caption beserta sejumlah foto tersebut diposting akun Facebook MuhaJirin SF.
Saat dikonfirmasi Gudangberita ke akun terkait yang mencantumkan nomor telpon, Muhajirin sendiri mengakui sebagai kuasa hukum wanita yang diduga dihamili oleh WWL.
“Kasus ini bisa saja diperkarakan di jalur hukum. Tapi kami tetap berupaya untuk ada penyelesaian antara kedua pihak secara kekeluargaan. Namun kan yang bersangkutan sudah tidak bisa dihubungi lagi,” ucap Muhajirin saat dihubungi Gudangberita, Minggu (17/11/2024).
Apakah hal ini sebagai upaya Black Campaign terhadap WWL? dimana orangtua yang bersangkutan juga tengah maju Pilkada Natuna pada 2024 ini, Muhajirin membantah hal tersebut.
“Kita nggak ada arah kesana. Kami ingin yang bersangkutan menyelesaikan masalah ini dengan klien kami. Kalau mau black campaign atau lainnya kenapa ga dari tahun lalu kita lakukan?” ucapnya.













