Tak hanya dari sisi penjualan, dukungan pembiayaan juga menguat. Pada ajang GMP 2025, BI Kepri memfasilitasi kesepakatan pembiayaan UMKM sebesar Rp3,25 miliar, yang sebelumnya belum tercatat pada penyelenggaraan tahun sebelumnya.
Penguatan ekonomi rakyat juga terlihat dalam pelaksanaan Kepulauan Riau Ramadhan Fair (KURMA). Kegiatan yang digelar bersinergi dengan pemerintah daerah dan KDEKS Kepri ini mencatatkan penjualan UMKM lebih dari Rp2,7 miliar serta pembiayaan Rp2,19 miliar, melonjak signifikan dibandingkan tahun 2024 yang hanya mencapai Rp1 miliar. Selain itu, KURMA turut mendorong wakaf digital sebesar Rp50,15 juta dan peningkatan literasi keuangan syariah masyarakat.
Di sisi lain, akselerasi digitalisasi sistem pembayaran semakin memperluas jangkauan ekonomi rakyat. Melalui event Creative and Innovative Riau Island Carnival (CERNIVAL), BI Kepri mencatat 140.026 transaksi QRIS dengan nilai transaksi UMKM mencapai Rp253,6 juta hanya dalam tiga hari pelaksanaan. Jumlah ini melonjak lebih dari 400 persen dibandingkan CERNIVAL 2023.
Digitalisasi ekonomi bahkan menjangkau wilayah terluar. Melalui event Festival Digital Kepulauan Riau (BERLAYAR) di Pulau Belakang Padang—wilayah perbatasan langsung dengan Singapura—tercatat 49.076 transaksi QRIS dalam dua hari, menunjukkan semakin luasnya adopsi pembayaran non-tunai di kalangan pelaku usaha kecil dan masyarakat pesisir.












