Kesiapan Pemprov Kepri mengantisipasi penerimaan siswa baru yang masuk ke tingkat SMA dan SMK juga dipertanyakan. Agar PPDB bisa berjalan baik, Uba mendorong perbaikan dan langkah konkret guna meminimalisir hal yang terjadi dari tahun sebelumnya ke arah yang lebih baik.
“Kami sudah sampaikan untuk dinas melakukan sosialisasi di bulan satu (Januari) dan dua (Februari) ke sekolah-sekolah SMP guba menjelaskan tentang daya tampung lulusan. Serta menyampaikan ke siswa agar memilih sekolah sesuai zonasi,” katanya.
Sebagaimana diketahui, siswa lulusan non-prestasi masuk ke sekolah tertentu lantaran faktor teman sejawat. Secara zonasi itu tidak memungkinkan. Di sisi lain, tak sedikit pula orangtua murid yang dominan memilih sekolah unggul untuk sang anak.
“Jadi ini tidak memungkinkan. Di tahun sebelumnya, ada SMAN 3 Batam yang semua siswa cenderung masuk ke sana. Begitu juga SMAN 1 Batam. Padahal, kualitas sekolah itu hampir merata. Disdik kurang maksimal menyosialisasikan ini. Memang penting menyiapkan sekolah baru agar penyebaran murid bisa merata,” ujar Uba.
Ia berharap, Disdik Kepri bisa memastikan info terkait PPDB untuk bisa diterima luas masyarakat. Terutama sistem pendaftaran via online.
“Ada banyak orangtua yang sulit mendaftarkan anak lewat jalur online ini. Untuk ini Disdik harus mengantisipasi dengan memberikan sosialisasi dan memastikan informasi terkait itu sampai kepada seluruh masyarakat. Jangan sampai ada (calon peserta didik) yang tidak diterima karena sulit daftar,” pungkasnya.













