BatamZona Headline

Tragedi Tim Tarkam Sepakbola di Batam: Long Boat Terbalik, 2 Pemain Masih Dicari

396
×

Tragedi Tim Tarkam Sepakbola di Batam: Long Boat Terbalik, 2 Pemain Masih Dicari

Share this article
Basarnas melakukan pencarian dua tim sepakbola yang hilang. (Foto: Basarnas).
banner 468x60

Gudangberita.co.id, Batam – Sebuah pertandingan sepak bola antar kampung di Batam berujung tragedi. Long boat yang membawa tim tarkam sepakbola dari Pulau Nenek menuju Pulau Setokok terbalik di Perairan Selat Nenek, Rabu (25/6/2025), sekitar pukul 16.00 WIB.

Dari 13 pemain yang berada di atas kapal, 11 berhasil selamat, sementara dua lainnya masih dalam pencarian oleh Tim SAR gabungan.

BACA JUGA:  Misteri Puing Roket Berlogo China di Anambas: KRI Teuku Umar Evakuasi Bongkahan Raksasa ke Jakarta

Insiden ini menggemparkan dunia olahraga lokal dan masyarakat maritim Batam. Kapal naas tersebut mengangkut rombongan pemain tarkam yang hendak mengikuti pertandingan persahabatan antar-pulau, namun dihantam gelombang kuat di tengah perjalanan.

“Dari total 13 penumpang, 11 sudah ditemukan dalam kondisi selamat. Sementara dua lainnya bernama Fir dan Pa’i masih dalam pencarian intensif,” ungkap Kepala Kantor SAR Tanjungpinang, Fazzli, Kamis (26/6/2025).

BACA JUGA:  Singkep Siaga Satu! Kasus DBD di Lingga Tembus 72 Kasus, Dinkes Gelar Aksi PSN Serentak

Daftar Pemain yang Selamat:

  • Rahel
  • Fery
  • Rico
  • Boge
  • Rehan
  • Andika
  • Tepok
  • Damar
  • Maher
  • Amirul
  • Papat

Detik-detik Kapal Terbalik

Kapal tersebut dilaporkan mulai berangkat dari Pulau Nenek menuju Pulau Setokok dengan semangat tinggi untuk bertanding. Namun dalam perjalanan, cuaca mulai memburuk. Gelombang tinggi datang mendadak dan menghantam sisi kapal, menyebabkan long boat terbalik secara tiba-tiba.

BACA JUGA:  Modus Bakar Rumah Lalu Menjarah, Pemuda 19 Tahun di Dabo Lama Diringkus Polisi

Menurut laporan, tak ada pelampung keselamatan standar yang memadai di kapal tersebut, memperparah situasi saat para pemain berupaya menyelamatkan diri. Beberapa dari mereka berhasil berenang ke permukaan, sementara dua korban belum berhasil ditemukan hingga kini.