“Jangan buru-buru menyimpulkan sebelum ada bukti yang kuat. Semua kemungkinan dan motif di balik kematiannya harus diperiksa secara menyeluruh,” ujarnya.
Ketika polisi menyelidiki kasus ini lebih dalam, mereka menemukan petunjuk dari laptop milik Juwita yang masih tersisa. Dari perangkat itu, ditemukan percakapan antara Juwita dan kekasihnya yang berinisial J, seorang anggota TNI AL yang telah berdinas selama empat tahun.
Chat tersebut menunjukkan bahwa J mengundang Juwita untuk bertemu pada malam kejadian. Bahkan, J masih sempat mengirimkan petunjuk arah sebelum akhirnya Juwita ditemukan tewas.
Berdasarkan temuan itu, aparat keamanan akhirnya menetapkan J sebagai tersangka utama dalam kasus ini. Komandan Polisi Militer Lanal Balikpapan, Mayor Laut (PM) Ronald L. Ganap, membenarkan bahwa tersangka merupakan anggota aktif TNI AL dan kini telah diamankan untuk proses hukum lebih lanjut.
Hingga kini, motif pembunuhan terhadap Juwita masih dalam pendalaman aparat. Apakah ada konflik pribadi, kecemburuan, atau faktor lain yang melatarbelakangi tindakan keji ini? Ronald memastikan bahwa kasus ini akan ditangani sesuai dengan prosedur hukum yang berlaku.
“Kami menjamin proses hukum berjalan transparan dan sesuai aturan. Setiap perkembangan akan kami sampaikan kepada publik,” tegasnya.







