Menurut Amsakar, prinsip utama dalam menentukan prioritas pembangunan adalah asas kemanfaatan. Ia menekankan bahwa program yang memberikan dampak paling luas bagi masyarakat harus didahulukan.
“Ketika ada dua usulan yang sama-sama penting, maka dahulukan yang memberikan kemaslahatan lebih besar bagi banyak orang,” tegasnya.
Pada kesempatan tersebut, Wali Kota Batam juga menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada masyarakat Batam atas kepedulian dan solidaritas dalam membantu korban bencana alam di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.
Sebagai bentuk pertanggungjawaban sekaligus empati, Amsakar menyampaikan bahwa dirinya bersama Wakil Wali Kota Batam Li Claudia Chandra serta unsur Forkopimda Kota Batam akan berangkat langsung untuk menyerahkan bantuan yang telah dihimpun dari masyarakat.
Musrenbang Kelurahan Tembesi ini diharapkan mampu melahirkan usulan pembangunan yang terukur, realistis, dan berdampak langsung bagi kesejahteraan warga, sekaligus memperkuat sinergi antara pemerintah dan masyarakat dalam mewujudkan pembangunan Kota Batam yang inklusif dan berkelanjutan.













