BatamZona Headline

Tokoh Masyarakat Rempang: Kapolri Jangan Terima Informasi Satu Pihak dari BP Batam!

858
×

Tokoh Masyarakat Rempang: Kapolri Jangan Terima Informasi Satu Pihak dari BP Batam!

Share this article
Anggota Dalmas Polda Kepri dan Polresta Barelang - Gudangberita.co.id
Pasukan Dalmas Polresta Barelang dan Polda Kepri saat bentrokan dengan massa warga Rempang yang megadang pematokan lahan oleh BP Batam. (Foto: dok. Polda Kepri)
banner 468x60

Dia mengatakan Kapolri seharusnya meminta maaf karena pasukannya telah melakukan tindakan represif terhadap warga yang menolak relokasi.

“Kapolri seharusnya minta maaf karena menyiarkan berita yang tidak jelas sumbernya dan segera menarik pasukan dari Rempang,” tutur Khazaini.

Aparat gabungan TNI-Polri bentrok dengan warga yang menolak direlokasi untuk pengembangan proyek strategis nasional (PSN) Rempang Eco City di Pulau Rempang, Batam, Kamis (7/9/2023).

BACA JUGA:  Batam Hemat Rp18 Miliar Lewat WFH, Sekda: Ini Bukan Karena Anggaran Kita Tipis!

Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI) lewat akun Twitternya mengatakan bentrok itu bermula ketika warga menolak pemasangan patok sebagai langkah merelokasi.

Menurut YLBHI, aparat TNI-Polri memaksa masuk ke wilayah warga. Informasi tersebut telah dikonfirmasi Ketua YLBHI Muhammad Isnur.

“Aparat gabungan dari beragam kesatuan dengan mengendarai 60 armada kendaraan sedang berupaya masuk ke Pulau Rempang, Kota Batam Provinsi Riau,” tulis YLBHI.

BACA JUGA:  Gerbong Mutasi Polres Karimun Bergulir: Wakapolres Hingga 3 Kapolsek Resmi Berganti!

“Kegiatan ini jelas mendapat penolakan dari mayoritas penduduk 16 kampung Melayu Tua karena tujuan pemasangan patok ini merupakan rangkaian kegiatan yang hendak memindahkan warga dari kampungnya,” lanjutnya.

Belasan anak sekolah juga terkena gas air mata. Beberapa siswa sekolah dilaporkan dibawa ke rumah sakit akibat terkena gas air mata yang terbawa angin. Lokasi anak-anak itu tidak jauh dari titik keributan.