OpiniPolitik

Tokoh Aktivis Kota Batam Uba Sigalingging Sebut Rudi-Rafiq Paling Rasional Pimpin Kepri

187
×

Tokoh Aktivis Kota Batam Uba Sigalingging Sebut Rudi-Rafiq Paling Rasional Pimpin Kepri

Share this article
Uba Ingan Sigalingging
banner 468x60

Perbandingan ini menunjukkan bahwa Kota Batam unggul dibandingkan dengan daerah lain di Kepri, dan mencerminkan kondisi pembangunan provinsi secara umum.

PAD Kepri terkesan Stagnan

Pendapatan Asli Daerah (PAD) merupakan faktor penting dalam upaya membangun daerah. Namun, dalam lima tahun terakhir, pencapaian PAD Kepri terkesan stagnan, dengan hampir 75% pendapatan berasal dari Pajak Kendaraan Bermotor di Batam. Tidak ada upaya serius dari pemerintah provinsi untuk meningkatkan pendapatan daerah di luar pajak tersebut.

BACA JUGA:  Satu Tahun Cen-Jarmin: Menenun Harapan, Mengembalikan Natuna ke Pangkuan Rakyat

Kepri Gagal Capai Target Labuh Jangkar

Salah satu langkah yang diharapkan untuk meningkatkan pendapatan daerah adalah melalui penarikan biaya Labuh Jangkar. Pemprov Kepri pernah meluncurkan pungutan untuk biaya ini pada 9 Maret 2021, tapi penarikan tersebut terhenti, dan target pendapatan sebesar 200 miliar gagal tercapai. Ini menunjukkan ketidakmampuan Gubernur Ansar Ahmad dalam memperjuangkan pemasukan bagi Provinsi Kepri.

BACA JUGA:  Skandal Emas Rp4 Miliar dan Ujian Keamanan di Beranda Depan NKRI

Kegagalan mendapatkan pemasukan dari Labuh Jangkar merupakan tamparan bagi kita semua, mengindikasikan bahwa visi dan misi maritim Gubernur Ansar hanya sekadar kata-kata tanpa realisasi yang jelas.

Pembangunan Kepri Terkesan Lambat

Ketidakmampuan Pemerintah Provinsi Kepri di bawah kepemimpinan Ansar Ahmad untuk meningkatkan PAD berdampak pada kualitas kinerja pemerintahan dan pembangunan. Proses pembangunan terkesan lambat dan seadanya. Padahal Pemprov Kepri telah melepaskan tanggung jawab dalam pembangunan infrastruktur jalan di Batam.