“BP Batam seharusnya sudah harus membangun tambahan kapasitas pengolahan hingga 400 liter per detik selama 2 tahun terakhir, dan penambahan pipa distribusi yang memadai. Tanpa itu jangan harap permasalahan air dapat dibereskan, apalagi kalau cuma mengandalkan tangki air, sehingga sebaiknya jangan mencari kambing hitam,” kata dia.
”Ketika terjadi masalah dalam pengelolaan air bersih saat ini, sebaiknya SPAM Batam fokus mencari solusi konstruktif. Kami menyerahkan aset pengelolaan SPAM kepada pemerintah dengan kondisi baik dan berfungsi normal,” ucapnya.
Warga harus begadang tengah malam.
Willy, warga Tunas Regency, Kelurahan Sei Binti, Kecamatan Sagulung misalnya mengaku harus bangun pukul 02.00 WIB dini hari untuk menampung air. Hal itu ia lakukan sejak beberapa tahun terakhir.
“Beginilah kondisi kami di kavling tunas regency. Kami harus bangun jam dua untuk mengisir air. Kejadian ini sudah bertahun-tahun. Tapi tak ada respon dari SPAM Batam. Mohon direspon pak wali kota Batam. Terima kasih,” tulisnya dalam grup facebook, Rabu (21/6/2023).













