Tanggapan BI Kepri yang Dinilai Terlambat
Setelah kejadian viral di media sosial, pihak BI Kepri akhirnya menghubungi Yusril melalui pesan WhatsApp, mengundangnya untuk kembali ke kantor pada Jumat, 13 Desember 2024, untuk melakukan penukaran uang koin.
Namun, menurut Yusril, respons ini terkesan sebagai upaya meredam polemik yang sudah terlanjur mencuat ke publik.
Standar pelayanan publik di Bank Indonesia, khususnya dalam menangani masyarakat yang ingin menggunakan hak mereka untuk menukarkan uang koin pun jadi pertanyaan.
Sebagai lembaga yang memiliki tanggung jawab besar dalam sistem keuangan negara, BI seharusnya memberikan layanan yang profesional dan transparan.
Perlakuan tidak humanis seperti yang dialami Yusril Koto bukan hanya mencoreng nama institusi, tetapi juga mencerminkan buruknya penerapan regulasi pelayanan publik di lapangan.
“Bank Indonesia harus menjadi simbol kepercayaan masyarakat, bukan justru menjadi tempat di mana masyarakat merasa dipermainkan,” pungkas Yusril.
Pembelaan Bank Indonesia Perwakilan Kepri
Plh Kepala BI Kepri, Husni Naparin, memberikan klarifikasi terkait insiden tersebut. Husni menyebut pihaknya sudah memberikan pelayanan sesuai prosedur. “Teman-teman sekuriti sudah menjelaskan bahwa penukaran uang logam hanya dilakukan pada hari Selasa dan Kamis,” ujar Husni.













