Meski sarat akan makna spiritual, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Kelas I Hang Nadim Batam memberikan penjelasan dari sisi sains. Hujan yang mengguyur Batam pagi ini merupakan bagian dari Puncak Musim Hujan yang dipicu oleh pola angin Monsun Asia.
Massa udara basah yang terbawa dari Benua Asia melewati wilayah Kepulauan Riau memang sedang berada pada intensitas tertingginya di bulan Februari. Karena sistem kalender Imlek yang menggabungkan perhitungan matahari dan bulan (lunar-solar), momen tahun baru hampir selalu jatuh di puncak musim basah di Indonesia.
Singkatnya, hujan saat Imlek di Batam adalah perpaduan harmonis antara siklus alam semesta dengan sistem penanggalan manusia. Namun bagi warga Batam, di balik data sains tentang tekanan udara dan kelembapan, tetap ada doa dan harapan yang tersemat pada setiap tetesan hujan: Semoga rezeki di Tahun Kuda Api ini terus mengalir deras tanpa henti.







