BatamZona Headline

Super Tanker Iran Kelabui Radar Bakamla di Laut Natuna Sambil Buang Limbah

468
×

Super Tanker Iran Kelabui Radar Bakamla di Laut Natuna Sambil Buang Limbah

Share this article
Kapal super tanker Iran-Kamerun dipergoki Bakamla transhipment di Laut Natuna. (Foto: Bakamla)
banner 468x60

“Tanggal 7 Juli kurang lebih hari Jumat, Pusat Informasi Maritim Bakamla mendeteksi spot yang mencurigakan. Spot itu ada titik, ada blok yang mencurigakan. Itu menjelang sunrise, jadi pagi hari. Ada kejadian mencurigakan di ZEE Indonesia,” kata Laksdya Aan saat jumpa pers di Markas Besar Bakamla, Jakarta, Selasa, 11 Juli 2023.

Kemudian, Kepala Bakamla memerintahkan patroli udaranya untuk mendeteksi titik mencurigakan tersebut. Hasil visual dari patroli udara mengonfirmasi ada aktivitas mencurigakan.

BACA JUGA:  Natuna Siaga Darurat Kekeringan 2026: La Niña Berakhir, Krisis Air Bersih Mulai Hantui Warga

Laksdya Aan langsung memerintahkan kapal patroli Bakamla KN Pulau Marore-322 untuk mendekat. Tidak lama, sekitar pukul 07.30 WIB, KN Pulau Marore melaporkan ada dua kapal super tanker berbendera Iran, MT Arman 114 dan kapal super tanker berbendera Kamerun, MT STinos, sedang melakukan aktivitas ilegal di perairan Indonesia, yaitu memindahkan bahan bakar minyak (BBM) dari satu kapal ke kapal lainnya.

BACA JUGA:  Penerima Bantuan Pangan di Natuna Melonjak 89%, Ribuan Keluarga Kini Lebih Terjamin

“Setelah dilihat dan didekati KN Marore terlihat dua kapal super tanker sedang melaksanakan transhipment. Jadi tali-talinya menempel antar-kapal ini,” kata Aan.

“Ini jelas dilarang berada di ZEE Indonesia,” tegasnya.

Selanjutnya, KN Marore menggunakan komunikasi untuk memerintahkan kapal tersebut berhenti.

“Ternyata kapal tidak mau berhenti, tetap jalan perlahan. Sambil jalan, dia melakukan dumping atau membuang limbah,” ujar Aan menunjukkan foto-foto dumping limbah yang dilakukan kapal super tanker asing tersebut.

BACA JUGA:  Buntut Tewasnya Bripda Natanael: 1 Pelaku Terima Dipecat, 3 Lainnya Melawan Lewat Banding

Karena tidak mau berhenti, lanjut Aan, kapal patroli Bakamla terus membuntuti dua kapal super tanker tersebut. KN Pulau Marore melakukan tahap-tahap peringatan untuk menghentikan kapal-kapal super tanker tersebut, seperti melepas tembakan peringatan ke atas, kemudian ke haluan, dan buritan kapal, tetapi peringatan itu tidak diindahkan.