“Yuda kemudian minta tolong menggotong tubuh korban dengan Bunga dari dapur ke kamar. Ia tak sanggup mengangkat sendiri,” ujar Nugroho, Rabu (15/11/2023).
Habis itu Yuda menusuk Tetty dengan sebilah pisau yang diambilnya dari dapur. Yuda kemudian membeli delapan botol Pertalite di eceran dan membeli obat nyamuk.
Ia kemudian mencari rumput kering dan menyalakan obat nyamuk itu. Tak lupa ia menaroh 7 tabung gas 3 Kg di sekeliling korban. Skenario itu dibuat untuk menciptakan situasi kebakaran dan ledakan.
Ia kemudian membakar tubuh Tetty. Sementara rumput kering dan obat nyamuk itu digunakan agar api bisa menjalar dan membakar bagian rumah lainnya. Namun tak terjadi sesuai rencana Yuda.
Keduanya kemudian meninggalkan dr Tetty yang sekarat. Mereka menuju ke Hotel ABC di kawasan Batuaji. Kapolres mengatakan keduanya disana selama seminggu. Yuda kemudian meninggalkan Batam.
Ia naik Grab ke Bandara Hang Nadim dan menuju Jakarta menggunakan Pesawat CItilik pukul 17.00 WIB.
Kematian Tetty sudah diketahui pada Sabtu (11/11/2023) dini hari.
Yuda mencoba beralibi dan bertanya ke RT setempat minta dicek keadaan istrinya di rumah yang tak bisa dikabari. Ketika itu lah terungkap dr Tetty sudah meninggal terbakar.












