Sejalan dengan itu, DLH Natuna mengupayakan penyediaan tong sampah terpisah, minimal untuk sampah organik dan anorganik. Penempatan tong sampah akan disesuaikan dengan kesepakatan bersama masyarakat agar efektif dan berkelanjutan.
Lonjakan volume sampah residu seperti popok bekas, pembalut, tisu, kemasan sachet, dan styrofoam juga menjadi perhatian serius.
Jenis sampah ini dinilai sulit terurai dan berisiko mencemari lingkungan jika tidak dikelola dengan baik. Untuk menekan dampaknya, DLH Natuna terus mengimbau masyarakat menerapkan prinsip 3R (Reduce, Reuse, Recycle) dalam kehidupan sehari-hari.
Reduce dilakukan dengan mengurangi penggunaan barang sekali pakai, Reuse dengan memanfaatkan kembali barang yang masih layak, sedangkan Recycle diarahkan pada pengolahan sampah menjadi produk bernilai guna dan ekonomi, seperti kompos dan kerajinan berbahan sampah anorganik.
Di sisi hilir, penataan TPS juga mulai dilakukan. TPS di kawasan Pasar Lama telah ditutup dan digantikan dengan tiga unit kontainer sampah.
Tahun ini, Pemkab Natuna merencanakan penambahan dua unit kontainer tambahan untuk menampung sampah rumah tangga. Masyarakat diimbau membuang sampah langsung ke dalam kontainer agar tidak terjadi penumpukan di luar area pembuangan.







