Cen menegaskan bahwa tantangan utama bukan pada kemampuan budidaya, melainkan koordinasi lintas kelompok di lapangan. Selama ini, budidaya tumbuh organik tanpa sistem kontrol mutu yang seragam.
Untuk itu, Cen menugaskan camat Serasan dan Serasan Timur menjadi komando pengendali lapangan. Mereka akan mengoordinasikan kelompok-kelompok budidaya bersama Tim Percepatan Pembangunan Daerah (TP2D)** agar rantai produksi lebih rapi, standar kualitas panen terpenuhi, volume hasil konsisten dan layak ekspor.
Strategi berikutnya adalah memperkuat infrastruktur ekspor. Pemerintah memastikan Pelabuhan Selat Lampa—yang telah mengantongi izin ekspor–impor dari Kementerian Perhubungan—menjadi gerbang logistik internasional Natuna.
Peningkatan fasilitas pelabuhan akan dilakukan bertahap hingga 2026 agar siap menjadi jalur ekspor rumput laut, sehingga rantai pasok dari kebun laut hingga kapal pengangkut dapat berjalan mulus.
“Peluang ini harus berjalan seimbang. Kebun laut tumbuh, rantai pasok kuat, dan pintu ekspor siap,” tegas Cen.
Rencana besar ini menandai langkah naik kelas Natuna. Dari wilayah pesisir yang selama ini mengandalkan perikanan tradisional, kini Natuna menatap peluang sebagai pemasok rumput laut berkualitas ke pasar dunia.













