Menurut HMR, pembangunan yang dilakukan selama ini memiliki konektivitas dengan programnya untuk memajukan Provinsi Kepri ke depan.
Misalnya, seperti Pembangunan Terminal II Bandara Internasional Hang Nadim Batam dan Pelabuhan Internasional di Batam yang merupakan pintu masuk orang datang ke Kota Batam.
Jika pembangunan tersebut selesai, orang akan begitu banyak yang datang ke Kota Batam.
“Ini kenapa jika saya menjadi gubernur tidak akan menunggu sampai tiga bulan untuk bekerja,” jelasnya.
Kepri, lanjut HMR, butuh percepatan pembangunan untuk mengejar ketertinggalan dan menyambut orang untuk datang melalui Kota Batam.
“Semua akan dibangun secara merata, namun Kota Tanjungpinang akan diproritaskan agar layak menjadi Ibu Kota Provinsi Kepri,” ujar Rudi
Perubahan Kota Tanjungpinang
Untuk Kota Tanjungpinang, HMR menegaskan dalam dua tahun pertama saat menjadi gubernur, Kota Tanjungpinang sudah akan terlihat perubahannya.
HMR akan membangun segala fasilitasnya, mulai membangun pelabuhan, hingga menata Kota agar memiliki daya tarik bagi orang luar.
“Nanti pelabuhan akan kita bangun, Kotanya akan kita tata. Kalau sudah cantik, orang luar yang biasa hanya sampai di Kota Batam, nanti akan mulai datang ke Kota Tanjungpinang dan daerah- daerah lain di Kepri. Dengan begitu, ekonomi akan tumbuh dengan sendirinya,” ungkapnya













