Andri menegaskan bahwa trauma masyarakat Rempang belum pulih sejak insiden September 2023, ketika bentrokan antara aparat dan warga menyebabkan luka fisik dan psikologis serta memicu kecaman nasional dan internasional.
Penundaan mendadak ini justru memperkuat dorongan berbagai pihak untuk menuntut transparansi dalam proses pengambilan kebijakan.
Tim Solidaritas Nasional untuk Rempang menyerukan agar Presiden RI segera:
- Menarik semua aparat dari wilayah Rempang;
- Menghentikan proyek Rempang Eco-City;
- Menjamin perlindungan hak masyarakat adat atas tanah dan sumber daya alam.
Penundaan penggusuran ini membuka ruang untuk dialog yang selama ini diabaikan pemerintah. Namun, selama tidak ada kejelasan alasan penundaan dan komitmen untuk mengubah pendekatan, kekhawatiran akan pengulangan konflik dan pelanggaran HAM tetap membayangi Rempang.













