KriminalLinggaZona Headline

Rekonstruksi Pembunuhan Tersadis di Lingga, Berikut 7 Faktanya

979
×

Rekonstruksi Pembunuhan Tersadis di Lingga, Berikut 7 Faktanya

Share this article
Rekonstruksi pembunuhan tersadis di Lingga diperankan oleh tersangka S. (dok. Polres Lingga)
banner 468x60
Pembunuhan dilakukan dengan sadis di atas pompong. (ist)
  1. Membunuh dengan sadis

Kasat Reskrim menjelaskan dalam adegan rekontruksi tersebut terlihat bahwa cara tersangka membunuh korban sangat sadis.

“Korban dihabisi dengan dipukul menggunakan palu di bagian kepala sebanyak 6 kali, dicolok matanya dari belakang, digorok dengan kater dua kali dan dibuang ke laut,” ucapnya

  1. Buang jasad korban ke laut

Setelah membuang korban kelaut, sekira pukul 07.00 Wib tersangka juga membuang bantal dan baju yang ia kenakan. Baju itu terkena darah korban (IS), kemudian sekira pukul 07.10 WIB, tersangka (S) menghubungi kakaknya berinisial J menceritakan kejadian tersebut dan meminta kakaknya untuk menghubungi Polisi.

  1. Korban ditemukan 4 hari berselang mengambang di laut tanpa kepala
BACA JUGA:  Misteri 'Uang Mingguan' di Balik Duel Wanita di Pelabuhan Roro Penarik, Siapa yang Salah?

“Setelah dibuang ke laut oleh tersangka (S), korban berhasil ditemukan 4 hari kemudian setelah kejadian di perairan daerah Pulau Sayak, dalam keadaan tanpa kepala” ungkap AKP Idris.

  1. Tersangka pernah gila dan dipasung, namun saat membunuh dalam kondisi normal

Karena aksi pembunuhan sadis yang dilakukan S, polisi bahkan memeriksa kejiwaannya. Pasalnya tindakan yang ia lakukan sangat sadis.

BACA JUGA:  Kalah oleh Ekskavator: Jeritan Hati IRT di Sungai Binti Batam Saat Bangunannya Diratakan Tim Terpadu

AKP Idris juga menambahkan telah dilakukan upaya pemeriksaan terhadap kejiwaan tersangka (S). Sebelumnya keluarga S curiga sakit jiwanya kambuh saat itu.

Salah satu adegan pembunuhan dengan pisau carter. (ist)

Pelaku atau tersangka (S) pernah dipasung sekitar 8 tahun silam.

“Hasil tes kejiwaan, pelaku (S) tidak mengalami gangguan kejiwaan, ia melakukan perbuatan itu tidak memikirkan kosekuensinya apa yang terjadi, emosi sesaat, setelah itu baru dia menyesali perbuatannya,” kata Idris.