harris
KepriZona Headline

Pungli Wisuda Marak Lagi! Ombudsman Kepri Soroti Sekolah-Sekolah Nakal

619
×

Pungli Wisuda Marak Lagi! Ombudsman Kepri Soroti Sekolah-Sekolah Nakal

Share this article

SE Saber Pungli Diterbitkan untuk Pencegahan

banner 468x60

“Biasanya, pungli dilakukan melalui Komite Sekolah atau Paguyuban Orang Tua Murid. Padahal, sesuai Peraturan Pemerintah (PP) No. 17 Tahun 2010, Komite Sekolah dilarang melakukan pungutan kepada siswa atau orang tua,” tegas Lagat.

Lebih lanjut, ia mengingatkan bahwa pemerintah telah menggratiskan banyak biaya pendidikan untuk meringankan beban masyarakat. Oleh karena itu, sekolah tidak boleh melakukan atau membiarkan pungutan liar yang dilakukan oleh pihak lain.

BACA JUGA:  Atasi Krisis Air Bersih Akibat Kemarau, Polres Anambas Pasok 20 Ton Air ke RSUD hingga Tempat Ibadah

Untuk mengatasi permasalahan ini, Unit Pemberantasan Pungli (UPP) Saber Kepri telah mengeluarkan Surat Edaran (SE) Nomor: B/15/III/2025/UPP pada 14 Maret 2025. SE ini ditujukan kepada Kepala Disdik se-Kepri agar mengeluarkan peraturan pencegahan pungli di satuan pendidikan.

Beberapa poin utama dalam SE tersebut, antara lain:

– Larangan pungli, suap, dan gratifikasi dalam kegiatan wisuda atau perpisahan siswa.

BACA JUGA:  Suplai Air Mati Total di Belasan Wilayah Batam, Begini Update Terbaru dari Lokasi Perbaikan

– Wisuda atau perpisahan tidak boleh bersifat wajib bagi siswa.

– Kegiatan perpisahan tidak boleh membebani orang tua, terutama keluarga tidak mampu.

Perpisahan harus dilaksanakan secara sederhana dan memanfaatkan fasilitas yang tersedia di sekolah atau instansi pemerintah.

Pendanaan acara perpisahan dapat berasal dari sponsor atau sumbangan sukarela yang tidak mengikat.

BACA JUGA:  Sempat Diisukan Lumpuh Akibat Asap, Manajemen Bandara Hang Nadim Batam Akhirnya Buka Suara