Saat itu, lebih dari 250 ribu pengungsi sempat menghuni Pulau Galang yang dilengkapi fasilitas pendidikan, rumah ibadah, dan layanan kesehatan. Penampungan tersebut berlangsung hampir dua dekade melalui kerja sama Pemerintah Indonesia dan UNHCR sebelum akhirnya ditutup pada 1996.
Kini, sejarah kemanusiaan itu berpotensi terulang, namun dengan misi berbeda: menyembuhkan ribuan korban perang Gaza.
Mafirion optimistis pemerintah akan mempersiapkan seluruh kebutuhan layanan medis, mulai dari fasilitas kesehatan, obat-obatan, tenaga medis, hingga mekanisme evakuasi pasien dari Gaza ke Pulau Galang.
“Saya yakin pemerintah mempertimbangkan semua aspek sebelum memutuskan. Ini adalah tanggung jawab kemanusiaan Indonesia,” pungkasnya.
Dengan langkah ini, Pulau Galang kembali menjadi simbol solidaritas Indonesia di panggung dunia — dari membantu pengungsi Vietnam di masa lalu, kini menolong warga Palestina di tengah krisis kemanusiaan global.













