BatamBreaking NewsPolitik

Politik Pemuda Perlu Dilatih Secara Berjenjang Bukan Secara Instan

153
×

Politik Pemuda Perlu Dilatih Secara Berjenjang Bukan Secara Instan

Share this article
Juru Bicara (Jubir) Tim Pemenangan Nasional (TPN) Ganjar-Mahfud, Aryo Seno Baskoro mengatakan, pemuda adalah aset yang harus dijaga punya idealisme, melek politik bukan alergi dengan politik.
banner 468x60

Gudangberita.co.id, Batam – Juru Bicara (Jubir) Tim Pemenangan Nasional (TPN) Ganjar-Mahfud, Aryo Seno Baskoro mengatakan, pemuda adalah aset yang harus dijaga punya idealisme, melek politik bukan alergi dengan politik.

“Kami di PDI Perjuangan melihat bahwa pemuda adalah aset. Jangan sampai terjadi miss persepsi karena sekarang dalam kondisi ini, pemuda sedang dibingungkan,” kata Seno di kegiatan ruang edukasi publik untuk pemuda dan pemudi di Hotel Beverly, Minggu (17/12/2023).

BACA JUGA:  Kasus 2 Ton Sabu MT Sea Dragon: Dua Pelaut Indonesia Ajukan Kasasi, Klaim Jadi Korban Jaringan Internasional

Seno menjelaskan, bahwa pemuda yang betul itu adalah pemuda yang punya idealisme untuk menata masa depannya. Kemudian dilatih secara berjenjang.

Seno mengatakan dari diskusi hari ini, diketahui bahwa para pemuda di Kepri memiliki kerendahan hati untuk belajar politik dari para senior.

“Teman-teman juga menyadari bahwa politik itu tentang keteladanan. Di Kepri ini keteladananya bagus sekali,” ungkap Seno.

BACA JUGA:  Sambut HUT ke-81 RI, Pemko Batam Gelar Pawai Pembangunan & Kendaraan Hias: Amsakar-Li Claudia Ajak Warga Unjuk Kreativitas

Seno menjelaskan keteladanan yang diajarkan PDIP tentang proses berpolitik yang tidak instant dan harus memiliki jenjang yang wajib diikuti.

“Misalkan mau SMA harus SMP dulu, tidak bisa langsung lompat. Apalagi dengan cara-cara yang menabrak logika nalar publik tentang konstitusi dan aturan,” terang Seno.

Seno menjelaskan, keteladanan yang diajarkan PDIP tentang proses berpolitik yang tidak instant dan harus memiliki jenjang yang wajib diikuti. Politik yang bagus harus berjenjang dari bawah dulu bukan langsung untuk menuju cita-cita proklamasi.