PLTGU Batam #1 akan menggunakan teknologi combined cycle, dengan konfigurasi dua gas turbin, dua Heat Recovery Steam Generator (HRSG), dan satu turbin uap, yang mampu meningkatkan efisiensi energi sekaligus menekan emisi karbon.
“Proyek ini bukan sekadar membangun pembangkit listrik, tetapi juga membangun kepercayaan dan masa depan energi Batam. Sinergi antara BUMN, sektor swasta, dan lembaga keuangan ini menjadi contoh nyata kolaborasi untuk pertumbuhan ekonomi nasional,” lanjut Kwin Fo.
PLTGU Batam #1 akan dibangun di Kawasan Kabil, Batam, dengan target penyelesaian hingga September 2028. Proyek ini diharapkan menjadi tonggak baru ketahanan energi di Batam, sekaligus mendukung peningkatan kapasitas industri dan investasi di wilayah Kepulauan Riau.
“Melalui proyek ini, PLN Batam ingin memastikan transformasi energi membawa manfaat nyata bagi masyarakat, memperkuat daya saing daerah, dan mendorong pertumbuhan ekonomi berkelanjutan,” tambahnya.
Dari pihak pelaksana, Direktur Operasi Bidang Infrastruktur PT PP (Persero) Tbk, Yul Ari Pramuraharjo, menyampaikan komitmen KSO untuk menjalankan proyek dengan standar tertinggi dalam kualitas, keselamatan, dan tata kelola.
“Kami mengucapkan terima kasih atas kepercayaan PLN Batam. Proyek ini akan kami selesaikan dalam waktu 36 bulan sesuai kontrak, dengan standar keselamatan dan kualitas terbaik,” ungkap Yul Ari.













